Beranda Penyebaran Islam di Kampung Pulo Garut, Bukti Berhasilnya Akulturasi Budaya di Garut

Penyebaran Islam di Kampung Pulo Garut, Bukti Berhasilnya Akulturasi Budaya di Garut

8 bulan yang lalu - waktu baca 2 menit

Kampung Pulo atau lebih dikenal dengan Candi Cangkuang, merupakan cagar budaya sekaligus objek wisata yang berada di Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Untuk menuju Kampung Pulo, pengunjung harus melewati danau di area sekitar Pulau Panjang atau masyarakat sekitar menyebutnya Danau/Situ Cangkuang. Pulau Panjang memiliki luas sebesar 7 hektar dengan dikelilingi danau yang memiliki luas sekitar 25 hektar. Hanya 10 menit, wisatawan sudah sampai di area kampung pulo menggunakan perahu rakit.

Kampung Pulo awalnya mayoritas masyarakat disana menganut Agama Hindu. Dibuktikan dengan adanya Candi Cangkuang yang terletak di tengah - tengah Pulau Panjang dan artefak Hindu lainnya.

Penyebaran Agama Islam sendiri di Kampung Pulo ternyata melalui budaya, yang disebarkan oleh seorang Panglima Perang Mataram Islam, Arif Muhammad. Masyarakat disana lebih mengenalnya dengan sebutan Eyang Embah Dalem Arif Muhammad.

Awalnya Eyang Embah Dalem Arif Muhammad diperintahkan oleh pemimpinnya saat itu Sultan Agung Mataram Islam, untuk menyerah VOC ke Batavia. Sayangnya penyerangan tersebut gagal dan Panglima Perang Mataram Islam saat itu Arif Muhammad tidak mau kembali ke Mataram dan memilih untuk mencari persembunyian.

Singkat cerita, tibalah Arif Muhammad di Kampung Pulo yang saat itu mayoritas masyarakat disana sudah memiliki kepercayaan, yaitu kepercayaan Hindu. Proses penyebaran Islam di Kampung Pulo sendiri, dilakukan melalui budaya yang disampaikan oleh Eyang Embah Dalem Arif Muhammad secara bertahap.

Dibuktikan juga dengan adanya peninggalan naskah kuno Agama Islam peninggalan Arif Muhammad, yang katanya naskah tersebut sudah ada sejak abad ke - 17. Naskah bertuliskan arab tersebut tersusun rapih, di sebuah bangunan yang dijadikan museum di Kampung Pulo. Koleksi naskah yang ditulis dari kulit pohon itu, diantaranya berisikan tentang ilmu Nahwu, Shorof, Fiqih dan juga ada naskah pidato hari Idul Fitri dan Idul Adha serta Al - Qur'an.

Keberadaan makam Eyang Embah Dalem Arif Muhammad yang berdekatan dengan bangunan Candi Cangkuang, memiliki filosofi bukti kerukunan antar Agama yang ada di Kampung Pulo, serta bukti berhasilnya Akulturasi Budaya yang dilakukan oleh Eyang Embah Dalem dalam penyebaran Islam ke warga sekitar.

 

Sumber:

- CNN Indonesia on Youtube

 

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.