Beranda Puncak InfoGarut Write Fest 2.0: Sukses Gelar Talkshow Akselerasi Potensi Lokal dan Umumkan 5 Penulis Terbaik Garut
ADVERTISEMENT

Puncak InfoGarut Write Fest 2.0: Sukses Gelar Talkshow Akselerasi Potensi Lokal dan Umumkan 5 Penulis Terbaik Garut

7 jam yang lalu - waktu baca 5 menit
Puncak InfoGarut Write Fest 2.0: Sukses Gelar Talkshow Akselerasi Potensi Lokal dan Umumkan 5 Penulis Terbaik Garut (DOK. Infogarut)

Garut, infogarut.id - Gerakan literasi dan akselerasi potensi lokal di Kabupaten Garut mencapai babak baru. Sebanyak 50 penulis terbaik dari seluruh penjuru Garut berkumpul dalam acara puncak InfoGarut Write Fest (IGWF) 2.0 yang digelar di Lobby Atrium Citimall Garut, Sabtu (6/6). Membawa tajuk "The Power of Local: Akselerasi Ekonomi Kreatif, Wisata, Budaya, hingga Digitalisasi di Kab. Garut", ajang ini menyatukan pemikiran kritis anak muda dengan langkah strategis para pemangku kebijakan.

Kompetisi menulis bergengsi yang digagas oleh media InfoGarut ini diikuti oleh hampir 100 peserta pada tahap awal. Setelah melalui proses kurasi yang ketat berbasis orisinalitas, relevansi, ketajaman analisis, hingga uji AI checker, terpilihlah 50 penulis terbaik yang gagasannya siap ditayangkan di website resmi InfoGarut serta dibukukan ke dalam sebuah e-book antologi gagasan bertema serupa.

Acara puncak dikemas eksklusif melalui rangkaian Talkshow interaktif yang menghadirkan para pemangku kebijakan dan praktisi ahli. Sebelum diskusi dimulai, Anggie Fuji Lestari selaku perwakilan Business & Consumer Retail 2 Bank BJB Garut memberikan edukasi finansial mengenai kemudahan transaksi digital.

Baca Juga: InfoGarut Write Fest 2.0 Hadir Kembali - Ini Syarat dan Ketentuan Lengkapnya!

"Akselerasi ekonomi lokal tidak dapat dipisahkan dari kemudahan akses keuangan. Melalui Digi Bank BJB, kami berkomitmen untuk menyediakan ekosistem transaksi digital yang aman dan mudah demi mendukung para pelaku ekonomi kreatif, komunitas literasi, serta seluruh masyarakat Garut dalam menyambut era digitalisasi yang lebih inklusif," ujar Anggie.

Pada Sesi 1 Talkshow yang bertemakan "Digitalisasi di Kab. Garut", diskusi dipandu langsung oleh CEO InfoGarut, Agung Syaputra, sebagai moderator. Sesi ini mengupas kehadiran Aplikasi SAGARUT (Aplikasi Garut Hebat), sebuah inovasi Super App lokal pertama yang dikembangkan oleh Diskominfo Kabupaten Garut untuk mewujudkan visi "Garut dalam Satu Genggaman". Kepala Diskominfo Kab. Garut, Agus Kurniawan, memaparkan bahwa platform ini hadir sebagai solusi satu pintu untuk mengintegrasikan berbagai kebutuhan harian warga, mulai dari administrasi kependudukan, perizinan, layanan kesehatan, pemantauan harga bahan pokok harian lewat sistem Garut Satu Data, pemantauan 14 titik CCTV daerah, fitur e-ticketing wisata, hingga portal pengaduan 'LAPOR' nasional yang aman dan bisa anonim.

Guna menjamin ekosistem yang bersih, Agus memastikan bahwa sistem keamanan server dikelola secara khusus oleh Diskominfo, serta mewajibkan validasi NIK pada fitur krusial demi menghindari penyalahgunaan akun fiktif (fake account).

"Melalui Aplikasi SAGARUT, kita sedang membangun ekosistem digital yang terintegrasi untuk memangkas sekat birokrasi dan memudahkan berbagai hal di Garut. Kita ingin memastikan seluruh warga Garut bisa merasakan kemudahan pelayanan yang cepat, transparan, dan 'Hebat' hanya dari smartphone mereka," jelas Agus Kurniawan.

Merespons paparan tersebut, CEO InfoGarut, Agung Syaputra, mengajak seluruh masyarakat untuk bangga dan ikut aktif mengawal platform digital kebanggaan lokal ini agar terus berkembang.

"Urusan infrastruktur ekosistem digitalnya sudah dipersiapkan dengan sangat matang oleh pemerintah daerah. Ini adalah Super App buatan lokal yang harus menjadi kebanggaan seluruh warga Garut. Tugas kita sekarang adalah menginstal, memanfaatkan fiturnya, serta memberikan ulasan, rating, dan masukan yang membangun agar aplikasi kebanggaan ini bisa terus menyempurnakan layanannya dari waktu ke waktu," pungkasnya

Diskusi semakin hangat pada sesi kedua yang mengupas "Pengembangan Wisata, Budaya, dan Ekraf di Garut". Sesi ini menghadirkan tiga narasumber kompeten, yakni Aam Fathuloh (Kabid Pemasaran Pariwisata Disparbud Garut), Mega Parliantara (Ketua Ekraf Garut), dan Yusep Maulana (CEO Oyusep & Kawal Data). Sinergi ketiga narasumber ini menggarisbawahi bahwa kekayaan alam dan tradisi Garut harus dikelola dengan pendekatan kreatif serta berbasis data (data-driven).

Kabid Pemasaran Pariwisata Disparbud Garut, Aam Fathuloh, menyampaikan apresiasinya terhadap sudut pandang baru dari para peserta yang dinilai sangat mendukung promosi daerah.

"Potensi pariwisata Garut sangat kaya, namun tantangan terbesar kita adalah bagaimana mengemas dan memasarkan potensi tersebut agar tetap relevan dengan tren zaman tanpa kehilangan identitas aslinya. Tulisan para peserta mengenai konsep hidden gem hingga pergeseran tren wisata kuliner memberikan sudut pandang segar serta masukan strategis bagi kami di Disparbud untuk menyusun langkah pemasaran pariwisata daerah yang lebih efektif," ungkap Aam Fathuloh.

Senada dengan hal tersebut, Mega Parliantara selaku Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kab. Garut menekankan pentingnya tindak lanjut dari gagasan-gagasan ini. "Ekonomi kreatif berbasis komunitas adalah fondasi kita. Tugas kita bersama setelah kompetisi ini adalah bagaimana memastikan ide-ide brilian ini mendapatkan ekosistem yang tepat untuk bertumbuh."

Dari sisi pemanfaatan teknologi, Yusep Maulana selaku CEO Oyusep & Kawal Data mengingatkan pentingnya akurasi data. "Kreativitas dan narasi budaya yang bagus akan jauh lebih bertenaga jika didukung oleh pengelolaan data yang akurat. Dalam era digital saat ini, membaca arah preferensi pasar, memetakan potensi wisata tersembunyi, hingga mengukur efektivitas promosi budaya harus berbasis data (data-driven) agar setiap langkah akselerasi kita tepat sasaran," urainya.

Baca Juga: Diskusi Publik Info Garut Write Fest 2024 Dihadiri Para Milenial dan Gen-Z Bergagasan Emas

Apresiasi bagi 5 Penulis Terbaik (Best Writers)

Puncak ketegangan dan selebrasi terjadi saat pengumuman 5 Penulis Terbaik (Best Writers) IGWF 2.0. Berdasarkan penilaian komprehensif yang mencakup struktur alur, tata bahasa, dan kedalaman argumen, berikut adalah kelima pemenang beserta judul karya mereka yang dinilai paling inovatif:

  1. Gina Resiana (Kategori Ekonomi Kreatif) – "Pemberdayaan IRT di Kabupaten Garut Menjadi Konten Kreator Kampung: Euceu Konten"

  2. Nurul Habibah (Kategori Budaya) – "Dari Sawah ke Festival Dunia: Layangan sebagai Identitas Budaya Garut"

  3. Bagas Ramdani (Kategori Wisata) – "Menjemput Asa di Balik Tebing Tonjong: Strategi Membawa Wisata Tersembunyi Garut Naik Kelas Tanpa Kehilangan Jiwa"

  4. Sima Masruroh (Kategori Budaya) – "Merekam Jurus, Merawat Identitas: Peran Anak Muda dalam Menjaga Pencak Silat Garut"

  5. Wiwi Hartini (Kategori Wisata) – "Wisata Garut: Bergesernya ‘Hidden Gem’ Dari Alam Tersembunyi ke Kuliner"

Masing-masing pemenang berhak mendapatkan apresiasi berupa uang tunai senilai Rp500.000,-, fasilitas kursus bahasa Inggris di Primary English, serta layanan Medical Check-Up (MCU) di Rumah Sakit Intan Husada (RSIH).

Keberhasilan InfoGarut Write Fest 2.0 ini tidak lepas dari dukungan penuh para mitra strategis. Acara ini disponsori oleh Bank BJB & Digi Bank BJB, serta didukung penuh oleh Diskominfo Kab. Garut, Disparbud Kab. Garut, Komite Ekonomi Kreatif Kab. Garut, Citimall Garut, Informa Citimall Garut, Primary English, Bumi Upi, Kopi Jaya, Rumah Sakit Intan Husada, Aplikasi Sagarut, dan KPM Corps.

Melalui panggung IGWF 2.0, InfoGarut bersama seluruh mitra berharap 50 gagasan tertulis yang telah lahir tidak hanya menjadi pemanis di atas kertas, melainkan pemantik nyata bagi pertumbuhan ekonomi kreatif, kelestarian budaya, dan pariwisata Garut yang melek digital.

 

Penulis: Reni Mardiani

 

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.