Garut Masuk 10 Besar Penghasil Petai di Jabar, Ada di Posisi Berapa?
Kabupaten Garut berhasil masuk jajaran 10 besar daerah penghasil petai di Jawa Barat berdasarkan data produksi terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik.
Petai merupakan salah satu komoditas pertanian yang cukup familiar bagi masyarakat Garut. Tanaman ini tidak hanya banyak ditemukan di sejumlah wilayah, tetapi juga menjadi sumber penghasilan bagi sebagian petani setempat.
Baca juga: Sering Dianggap Sehat, Buah dan Sayur Ini Ternyata Mengandung Mikroplastik
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang diperbarui 25 Mei 2026 menunjukkan bahwa Kabupaten Garut berhasil masuk dalam jajaran 10 besar daerah penghasil petai di Jawa Barat. Posisi tersebut menempatkan Garut bersama dengan sejumlah daerah lainnya yang dikenal memiliki sektor pertanian yang kuat serta didukung oleh kawasan agroforestri yang masih berkembang dengan baik.
Ciamis menjadi daerah dengan produksi petai tertinggi di Jawa Barat pada tahun 2025 dan unggul tipis atas Sumedang di posisi kedua. Tiga besar produsen petai berasal dari wilayah Priangan Timur dan sekitarnya, sementara komoditas ini juga memiliki nilai ekonomi karena dapat dipasarkan baik segar maupun diolah menjadi berbagai produk kuliner.
Berikut 10 wilayah dengan produksi petai terbanyak di Jawa Barat pada tahun 2025:
- Ciamis: 131.607 kwintal
- Sumedang: 127.909,6 kwintal
- Tasikmalaya : 118.713,8 kwintal
- Cianjur: 88.857 kwintal
- Purwakarta: 83.787,9 kwintal
- Majalengka: 55.789,3 kwintal
- Bandung: 49.834 kwintal
- Kuningan: 33.356 kwintal
- Garut: 21.843,84 kwintal
- Sukabumi: 21.082,15 kwintal
Baca juga: Rebus vs Kukus: Mana Cara Masak Sayur yang Paling Sehat?
Jadi Warginet, masuknya Kabupaten Garut ke dalam daftar 10 besar daerah penghasil petai di Jawa Barat menunjukkan komoditas ini masih memiliki potensi yang cukup menjanjikan. Dukungan dari sektor pertanian hingga pemanfaatan lahan yang tepat dapat menjadi modal penting untuk terus mengembangkan produksi petai di masa mendatang.
Penulis: Muhamad Renaldi S
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.