Rumah Adat Kampung Pulo Ternyata Disesuaikan Dengan Iklim Garut
Kampung Pulo adalah salah satu kampung adat di Garut yang terletak di Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Hal yang unik dari kampung ini hanya memiliki tujuh rumah di mana jumlah rumah atau bangunan tersebut tidak boleh berkurang ataupun bertambah. Hal menarik lainnya dari Kampung Pulo adalah arsitektur dari setiap rumah dan pola pemukimannya.
Pola pemukiman Kampung Pulo ini mengelilingi area danau di mana hal ini sesuai dengan pola pemukiman Sunda yang disebut dengan lemah cai . Maksud dari lemah cai adalah ini meujuk pada pemukiman adat Sunda yang dekat dengan sumber air dengan tujuan untuk keberlangsungan hidup warga setempat.
Arsitektur rumah di Kampung Pulo ini menerapkan arsitektur tropis untuk menyesuaikan keadaan iklim Garut yag tropis. Ternyata rumah di sana memiliki atap jolopong yakni atap yang memanjang di kedua sisi rumah, dilengkapi dengan atap pelana yang memiliki kemiringan 1 - 1,5 meter agar air hujan tidak masuk ke pekarangan rumah. Sebagai daerah tropis tentunya curah hujan di Garut termasuk tinggi.
Rumah di Kampung Pulo ini memiliki jendela kisi-kisi dan memiliki bukaan yang cukup besar, hal ini berguna untuk memudahkan pergerakan udara masuk dan keluar. Selain itu, rumah adat di Kampung Pulo ini berlantaikan kayu sehingga udara bisa masuk melalui celah kayu tersebut sehingga bisa menjaga kesejukan rumah.
Material rumah yang digunakan dalam pembanguna rumah di Kampung Pulo merupakan material yang dapat merespon panas culup baik, sesuai dengan sinar matahari daerah tropis yang terik. Dapat disimpulkan bahwa pembangunan rumah di Kampung Pulo sangat menyesuaikan keadaan alam dan iklim tropis Garut.
Sumber : Dita Rizkia Aprita dan Anisa, Arsitektur Tropis Pada Tata Ruang dan Permukiman di Kampung Pulo Garut, dalam Jurnal Arsitektur Zonasi 2020
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.