Sakola Kautamaan Istri Bukti Perjuangan RA Lasminingrat di Garut

Sakola Kautamaan Istri Bukti Perjuangan RA Lasminingrat di Garut

3 tahun setelah Raden Dewi Sartika mendirikan Sakola Istri di Bandung, Sakola Kautamaan Istri Lasminingrat didrikan oleh RA Lasminingrat di Garut, dengan mengambil tempat di ruang gamelan kabupaten. RA Lasminingrat merupakan istri bupati saat itu yaitu R.A.A Wiratanudatar VIII sehingga untuk membuka sekolah ini tidak banyak menemui kesulitan, bahkan Lasminingrat mendapatkan bantuan dari pejabat pemerintahan. 

Namun, masalahnya untuk mendapatkan murid bukanlah hal mudah. Hal tersebut karena anggapan perempuan tidak perlu memperoleh pendidikan sekolah. Untuk itu, Lasminingrat menggerakan anak-anak gadis sanak keluarganya untuk mengikuti Sakola Kautamaan Istri. Namun, tak disangka ternyata sekolah tersebut mengalami perkembangan dan jumlah murid mencapai 200 orang. 

Lasminingrat memohon restu pengesahan sekolahnya kepada Gubernur Jendral, permintaannya tersebut berhasil. Sekolah itu disahkan sebagai organisasi Vereeneging Kautamaan Istri Scholen dengan akte Nomor 12 tanggal 12 Februari 1913.

Pelajaran yang diajarkan ada menulis, membaca, dan keterampilan wanita lainnya seperti menjahit, menyulam, merenda, membordel, merajut, membatik, dan kerajinan tangan lainnya. Setelah pengesahan dari Pemerintah Belanda, jumlah Sekolah Keutamaan Istri berkembang dan melahirkan sekolah-sekolah yang sejenis di berbagai daerah. Pemerintah Belanda menganggap jasa dan peran Lasminingrat yang besar dalam membangun pendidikan, sehingga ia diberi penghargaan dan kompensasi tetap bulanan selama mengajar. 

Demikianlah perjuangan RA Lasminingrat dalam memajukan pendidikan untuk bumiputera agar merasakan bangku sekolah dan menjadi kaum terpelajar. 

 

Sumber foto : kumeokmemehdipacok.com


Baca lainnya

0 Komentar :

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.