Beranda Sejak Kapan Bangsa Persia Berganti Nama Menjadi Iran?
ADVERTISEMENT

Sejak Kapan Bangsa Persia Berganti Nama Menjadi Iran?

5 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Sejak Kapan Bangsa Persia Berganti Nama Menjadi Iran?, Source: Arrahmah.id

Bangsa Persia yang sekarang dikenal sebagai Iran memiliki sejarah panjang dari kekaisaran kuno hingga perubahan nama resmi di panggung internasional.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah pada awal Maret 2026 kembali membuat dunia menyoroti Iran, negara yang dahulu dikenal sebagai Persia dengan akar peradaban sangat tua. Melansir dari nationalgeographic.grid.id, perubahan nama Persia menjadi Iran bukan sekadar pergantian istilah, melainkan bagian dari perjalanan panjang identitas dan kedaulatan bangsa tersebut.

Baca juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Diminta Segera Evakuasi WNI

Kejayaan Kekaisaran Persia

Wilayah Persia telah dihuni sejak era Paleolitikum dan memiliki situs kuno seperti Chogha Bonut yang diperkirakan berasal dari sekitar 7200 SM. Identitas politiknya mulai terbentuk ketika Cyrus II menyatukan suku-suku dan mendirikan Kekaisaran Achaemenid pada 550 SM.

Di bawah kepemimpinan Cyrus, Persia berkembang menjadi kekaisaran besar yang wilayahnya membentang dari Mesir hingga India dengan sistem pemerintahan terorganisir. Kebijakan dalam Cyrus Cylinder dikenal memberi kebebasan beragama dan hak budaya bagi bangsa-bangsa taklukan di wilayah kekuasaannya.

Kejayaan Persia mencapai puncaknya pada masa Darius I yang memperkenalkan mata uang standar dan membangun jalur Royal Road. Meski akhirnya runtuh setelah penaklukan Alexander Agung pada 330 SM, identitas Persia tetap bertahan melalui Parthia dan Sassanian sebelum masuknya Islam pada abad ketujuh.

Dari Persia Menjadi Iran

Selama berabad-abad dunia Barat mengenal wilayah ini sebagai Persia, istilah yang berasal dari kawasan Persis atau Fars di bagian selatan. Namun masyarakat setempat sejak lama menggunakan nama Iran yang berakar dari kata Arya yang berarti mulia atau merdeka.

Perubahan nama secara resmi terjadi pada 1935 ketika pemerintah meminta seluruh negara asing memakai nama Iran dalam urusan diplomatik. Langkah ini dipandang sebagai penegasan kedaulatan nasional sekaligus upaya melepaskan diri dari pengaruh penamaan Barat.

Walau istilah Persia masih digunakan dalam konteks budaya seperti karpet dan seni klasik, secara politik negara tersebut adalah Iran. Pergantian rezim dari monarki hingga Republik Islam tidak memutus kesinambungan sejarah panjang Persia yang kini dikenal dunia sebagai Iran.

Baca juga: Iran Tutup Selat Hormuz, Indonesia Terancam Tekanan Fiskal Berat

Jadi Warginet, memahami sejarah Persia yang kini bernama Iran membantu kita melihat bahwa dinamika global saat ini berakar pada perjalanan ribuan tahun. Nama Iran bukan sekadar perubahan administratif, melainkan simbol kesinambungan peradaban yang tetap bertahan hingga era modern.

 

Sumber: National Geographic Indonesia

ADVERTISEMENT

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.