Sejarah Malangbong Garut


[Illustration : Tropen Museum]

Pada zaman dahulu wilayah Malangbong merupakan kawasan hutan belantara yang kemudian hutan belantara ini dijadikan sebagai tempat transit oleh para tentara Kerajaan Mataram ketika para tentara tersebut pergi ke markas Belanda di Batavia. Wilayah hutan belantara ini kemudian dibersihkan dan dibangun kota pada tahun 1807 oleh Raden Surayuda.

Raden Surayuda lahir di Limbangan pada tahun 1787 merupakan putra dari Raden Wiraredja yang merupakan Bupati Pamanukan, Subang. Raden Surayuda merupakan pejuang dari Limbangan yang melawan Belanda bersama Pangeran Diponegoro. Raden Surayuda mendirikan kota yang awalnya merupakan hutan dan kota ini diberi nama Malangbong.

Nama Malangbong diambil dari kata Pasir Malang Katembong sehingga disingkat menjadi Malangbong. Malangbong menjadi kecamantan pada tahun 1872, setelah menjadi sebuah kecamatan Malangbong dipimpin oleh Camat yang merupakan anak pertama dari Raden Surayuda yakni Raden Wirabangsa.

Di Malangbong terdapat peninggalan peradaban Kerajaan Mataram di Situ Ciranca. Di Situ Ciranca terdapat patilasan dari Pangeran Mangkubumi atau Sultan Hamengkubuwono I yang merupakan pendiri Kerajaan Yogyakarta. Pangeran Mangkubumi merupakan adik dari Sunan Mataram II yang merupakan pemimpin Kerajaan Mataram.

Namun, pada tahun 1751 menyeram Kerajaan Mataram karena pada saat itu Pemerintahan Kerajaan Mataram sudah dicampur tangani Belanda. Wilayah Malangbong memiliki ikatan yang kuat dengan Kerajaan Mataram, bahkan Raden Surayuda yang merupakan pendiri dari Malangbong ini merupakan menantu dari Sultan Mataram. Raden Surayuda menikah Raden Siti Bunga dan memiliki 12 anak.

 

 


0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka