Star Energy Geothermal Darajat II: Sumber Energi Panas Bumi di Garut
Kabupaten Garut, Jawa Barat, dikenal sebagai salah satu pusat pengembangan energi terbarukan di Indonesia, khususnya melalui potensi geothermal. Salah satunya adalah Star Energy Geothermal Darajat II, Limited (SEGDII), yang memiliki hak eksklusif untuk mengembangkan area panas bumi di kawasan tersebut. Berdasarkan Kontrak Operasi Bersama dengan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), SEGDII memiliki komitmen jangka panjang untuk menyediakan energi panas bumi hingga tahun 2041 untuk Unit 1 dan 2, serta hingga 2047 untuk Unit 3.
Pembangkit Listrik dan Kapasitas Energi
SEGDII bertanggung jawab untuk menyediakan uap panas bumi dan listrik dengan total kapasitas mencapai 330 megawatt (MW) berdasarkan kontrak penjualan energi dengan PGE dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Di antara kontribusinya, SEGDII menyuplai uap panas bumi ke pembangkit listrik berkapasitas 55 MW yang dioperasikan oleh PLN, serta menyuplai tambahan uap panas bumi dan listrik yang mendukung Jaringan Listrik Interkoneksi Jawa-Madura-Bali (JAMALI) dengan total kapasitas mencapai 219,5 MW.
Proyek Panas Bumi Darajat mulai beroperasi secara komersial pada November 1994 dengan kapasitas awal sekitar 145 MW. Seiring berjalannya waktu dan peningkatan teknologi, kapasitas tersebut mengalami perkembangan signifikan. Pada tahun 2009, dengan penyelesaian dan peningkatan Unit 3, total kapasitas SEGD kini telah meningkat menjadi 274,5 MW. Peningkatan kapasitas ini menunjukkan komitmen SEGDII untuk terus berkontribusi dalam penyediaan energi bersih yang berkelanjutan.
Keunggulan Energi Geothermal
Sumber energi geothermal memiliki sejumlah keunggulan yang menjadikannya pilihan yang menarik. Pertama, energi panas bumi adalah sumber energi yang terbarukan dan dapat diandalkan, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang semakin menipis. Selain itu, proses produksi energi geothermal menghasilkan emisi karbon yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan pembangkit listrik konvensional.
Dengan potensi geotermal yang melimpah, Garut berpeluang menjadi salah satu pusat energi bersih di Indonesia. Pengembangan SEGDII diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan energi lokal, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian target net zero emission (NZE) yang direncanakan pemerintah.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Selain aspek lingkungan, keberadaan SEGDII dan proyek geothermal lainnya di Garut juga memiliki dampak positif terhadap ekonomi lokal. Dengan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan infrastruktur di sekitar kawasan, pengembangan energi panas bumi berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sumber: Berbagai sumber
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.