Tradisi Ngalungsur Pusaka, Kegiatan Saat Maulid Nabi di Karangpawitan Garut

Tradisi Ngalungsur Pusaka, Kegiatan Saat Maulid Nabi di Karangpawitan Garut
Illustration : tosupedia.com

Maulid Nabi adalah hari dimana umat muslim memperingati kelahiran nabi pada 12 Rabiul Awal dalam penanggalan hijriyah. Jika dalam penanggalan masehi, setiap tahunnya akan diperingati di tanggal yang berbeda. Dalam rangka memperingati maulid nabi biasanya diikuti dengan tradisi yang lahir di masyarakat, salah satu contohnya Tradisi Ngalungsur Pusaka. Tradisi Ngalungsur Pusaka terkenal dikalangan masyarakat Karangpawitan, Garut. Warginet sudah pada tahu belum soal tradisi ini? 

 

Jadi Ngalungsur artinya menurunkan, yang berarti bahwa benda-benda pusaka peninggalan Sunan Godog sudah waktunya dikeluarkan dari Kandaga (peti) yang disimpan di sebuah ruangan di dalam bangunan makam, pada tanggal 14 Maulid. Tradisi ini merupakan kegiatan memandikan barang-barang pusaka peninggalan pejuang Islam terdahulu dengan air khusus yang dicampur dengan minyak wangi khusus serta berbagai macam bunga. 

 

Minyak khusus ini seperti minyak keletik, jeruk nipis (untuk menghilangkan karat), dan minyak wangi. Aktivitas ini berlangsung di Makam Godog. Beberapa benda pusaka itu diantaranya seperti keris, pecut, babango (gunting kecil alat untuk khitanan), dan miniatur alat menanak nasi dan pertanian. Tujuan dari acara ini yaitu sebagai cara untuk mengungkapkan rasa hormat dan syukur mereka kepada pejuang Islam terdahulu yang menebarkan agama di wilayahnya.

 

Salah satu tokoh pejuang Islam yang berpengaruh adalah Syekh Sunan Rockhmat Suci atau Prabu Keyan Santang alias Sunan Godog. Beliau di makamkan di Kampung Godog tersebut. Ungkapan rasa hormat ini dituangkan dengan cara ngamumulé (menjaga dan merawat) barang-barang peninggalan bersejarah, juga untuk mengenang jasa para pejuang Islam. 

 

Tradisi ini berlangsung pada tanggal 14 Maulid setiap tahunnya pada bulan Maulid. Masyarakat desa ini percaya bahwa rezeki yang datang melalui perkebunan dan usaha ternaknya ini adalah anugerah dari tuhan serta buah dari perjuangan para pembuka agama terdahulu. Salah satunya dari Sunan Godog beserta sesepuh lain yang telah menebarkan Islam dengan baik yang pada awalnya sulit diterima oleh penduduk desa ini.***

 

Sumber: Disbudpar Garut

 

 


Baca lainnya

0 Komentar :

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.