Beranda Tren Whip Pink di Kalangan Anak Muda dan Risikonya Bagi Kesehatan
ADVERTISEMENT

Tren Whip Pink di Kalangan Anak Muda dan Risikonya Bagi Kesehatan

2 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Tren Whip Pink di Kalangan Anak Muda dan Risikonya Bagi Kesehatan

Tren Whip Pink di kalangan anak muda menimbulkan risiko kesehatan serius akibat penyalahgunaan gas nitrous oxide yang berdampak pada sistem saraf.

Tren Whip Pink atau nangs belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial setelah dihubungkan dengan kasus kesehatan serius pada anak muda. Saat ini gas nitrous oxide yang seharusnya digunakan secara terbatas justru disalahgunakan demi sensasi singkat.

Baca juga: Resmi! Indonesia Jadi Negara Nomor 1 yang Kecanduan Internet

Apa Itu Whip Pink

Whip Pink merupakan tabung gas berisi nitrous oxide atau N₂O yang umum digunakan di industri kuliner, terutama untuk pembuatan krim kocok. Dalam regulasi pangan internasional, gas ini tercatat sebagai bahan tambahan pangan dengan kode E942.

Selain bidang kuliner, nitrous oxide juga digunakan dalam dunia medis sebagai anestesi ringan. Penggunaannya selalu dilakukan di bawah pengawasan tenaga kesehatan serta dikombinasikan dengan oksigen untuk mencegah terjadinya hipoksia pada pasien.

Efek Singkat yang Menipu

Saat dihirup, nitrous oxide bekerja dengan cepat pada sistem saraf pusat yang menurunkan rasa nyeri hingga memunculkan efek euforia sesaat. Sensasi inilah yang membuat sebagian anak muda menganggap gas tersebut aman untuk digunakan.

Padahal, efek ringan tersebut menunjukkan berkurangnya suplai oksigen ke otak. Jika dilakukan berulang, kondisi ini dapat menimbulkan pusing, gangguan kesadaran, hingga pingsan secara mendadak yang berisiko menyebabkan cedera serius bahkan kematian.

Ancaman Kerusakan Saraf

Penyalahgunaan nitrous oxide berdampak fatal karena dapat menghambat fungsi vitamin B12 dalam tubuh. Vitamin ini berperan penting dalam menjaga lapisan pelindung saraf, sehingga kerusakannya dapat mengganggu sistem saraf tepi secara perlahan.

Gejala awal biasanya berupa kesemutan hingga mati rasa pada ujung jari, lalu berkembang menjadi gangguan keseimbangan. Jika terus berlanjut, kondisi tersebut berpotensi mengakibatkan kelumpuhan permanen yang sulit dipulihkan meski konsumsi suplemen vitamin.

Baca juga: Tak Hanya Overthinking, Alasan Lain Gen Z Rentan Terkena Depresi!

Nah Warginet, fenomena Whip Pink ini memperlihatkan bahwa tren viral tidak selalu searah dengan keselamatan kesehatan. Menjauhi penyalahgunaan nitrous oxide merupakan langkah sadar untuk melindungi fungsi saraf, kualitas hidup, hingga masa depan generasi muda dari risiko yang tidak perlu.

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.