Van Dijk dan Kamojang Garut, Perintis Panasbumi Pertama di Indonesia

Van Dijk dan Kamojang Garut, Perintis Panasbumi Pertama di Indonesia

Kamojang Garut dikenal sebagai sumber panas bumi yang terletak di Jawa Barat. Tahukah Warginet, bahwa penggunaan potensi panas bumi sebagai salah satu alternatif sumber energi di Indonesia adalah peran dari seorang guru HBS Bandung? 

Namanya J.Z van Dijk, guru HBS Bandung yang boleh disebut sebagai penggagas pemanfaatan panas bumi di Indonesia. Tahun 1918, ia menulis di majalah “Koloniale Studien” dengan judul Krachtbronnen in Italie, ia mewacanakan penggunaan potensi panas bumi sebagai salah satu alternatif sumber energi. van Dijk menunjukkan keberhasilan Itali dalam memanfaatkan panas bumi menjadi energi listrik. Menurut van Dijk, keberhasilan Itali memungkinkan untuk diikuti oleh Hindia Belanda karena kita memiliki potensi yang sangat kaya dalam panas bumi. 

Van Dijk terpesona dengan keberhasilan Italia dalam memanfaatkan panas bumi sebagai sumber energi listrik. Ketika negara lain bersemangat mengeruk sumber energi yang terbentuk dari fosil yang suatu saat akan habis, Italia mengembangkan sumber energi lain. 

Sayangnya, tulisan Van Dijk tak digubris, bahkan mendapatkan kritikan dari Berend George Escher. Escher merasa pesimis dengan gagasan van Dijk karena baginya kecil harapan keberhasilan Italia dilakukan di Hindia Belanda.

Dalam tulisannya Over de Mogelijkheid van Dienstbaarmaking van Vulkaan Gassen yang artinya kira-kira Tentang Kemungkinan Membuat Gas Vulkanik menyatakan bahwa kawasan solfatara di Hindia Belanda umumnya berada di ketinggian dengan daerah yang berlereng-lereng. Kondisi itu menjadikan wilayah datarnya menjadi sangat sedikit.

Escher juga melanjutkan bahwa proses pengeboran di wilayah gunung api sangat sulit dilakukan karena solfatara bersifat korosif. Dengan itu simpulannya bagi Escher agak mustahil panas bumi di Hindia Belanda dimanfaatkan menjadi sumber energi karena medan yang sulit dan sifat solfatara yang merusak dan membahayakan mahluk hidup.

Namun, ternyata 8 tahun setelahnya, pemerintah Hindia Belanda menggelontorkan dana untuk melakukan pengeboran panas bumi di Kamojang. Terdapat 5 titik yang dimanfaatkan, salah satunya adalah sumur KMJ-3 yang menghasilkan uap kering hingga sekarang. Ini menjadi tonggak awal sejarah pengusahaan dan pemanfaatan panas bumi di Indonesia. Bahkan hal ini menjadikan Indonesia menjadi negara kedua setelah Italia dalam pengusahaan panas bumi dan sumbernya berada di Garut.

 

Sumber materi : panasbuminews.com

Sumber foto : Tropenmoseum


Baca lainnya

0 Komentar :

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.