Wisata Sejarah Kampung Adat Pulo dan Cerita di Dalamnya

Wisata Sejarah Kampung Adat Pulo dan Cerita di Dalamnya

Bagi Warginet yang ingin mengisi liburan sambil mendalami budaya, wisata sejarah Kampung Adat Pulo Garut bisa menjadi pilihan.

Kampung adat Pulo adalah perkampungan adat Sunda yang terletak di sebuah situ yang bernama Situ Cangkuang. Letak Kampung Pulo ini secara administratif masuk ke dalam wilayah Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut.

Karenanya, nama "Pulo" berasal dari sebutan masyarakat setempat yang berarti pulau yang berada di tengah-tengah Situ Cangkuang. Desa Cangkuang sendiri berasal dari nama sebuah pohon yang bernama pohon cangkuang (pandanus furcatus)

Masyarakat Kampung Adat Pulo merupakan keturunan Embah Dalem Arief Muhammad. Ia merupakan  seorang senapati dari Kerajaan Mataram Islam di Yogyakarta. Ia datang bersama pasukan untuk menyerang VOC di Jakarta pada abad ke-17.

Embah Dalem Arief Muhammad adalah salah seorang tokoh penting bagi masyarakat Kampung Adat Pulo.  sehingga adat istiadat yang berlaku di kampung adat tersebut sepenuhnya merupakan hasil dari penanaman nilai-nilai keislaman yang dilakukan oleh seorang Embah Dalem Arief Muhammad.

Hingga saat ini, wisata Kampung Adat Pulo telah menjadi cagar budaya dan kawasan pariwisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut. Sedangkan Candi Cangkuang dikelola oleh Dinas Kepurbakalaan yang berpusat di kota Serang, Provinsi Banten.

Secara keseluruhan kondisi lingkungan fisik Kampung Adat Pulo dapat dikatakan berkualitas baik, bentang alam yang dikelilingi oleh Situ Cangkuang memberikan nilai keunikan tersendiri dibandingkan dengan tempat lain yang sejenis.

Bagaimana Warginet, sudah siap berwisata?


Baca lainnya

0 Komentar :

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.