ADVERTISEMENT
Beranda 3 Dongeng Asal Jawa Barat Terpopuler
ADVERTISEMENT

3 Dongeng Asal Jawa Barat Terpopuler

6 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
3 Dongeng Asal Jawa Barat Terpopuler (source:freepik)

Cerita sebuah dongeng menjadi warisan turun temurun yang sampai sekarang masih populer. Seperti tiga cerita dongeng di Jawa Barat ini. 

Meskipun zaman sudah banyak berkembang, cerita dongeng yang sudah diturunkan sampai ke anak cucu, tetap hidup dan digemari banyak orang karena cerita nya yang menarik dan mengandung pesan kehidupan. 

Sebut saja dongeng-dongeng yang berasal dari Jawa Barat. Dongeng dari Jawa Barat biasanya berupa cerita mengenai tentang alam. seperti Talaga, gunung, dan lainnya. Apa saja dongeng asal Jawa Barat yang populer, berikut ulasannya. 

Baca juga: Kenapa Garut Disebut Kota Swiss van Java? Ternyata Ini Asal-usulnya!

1. Gunung Tampomas 

Saat masa Kerajaan Sumedang, Gunung Gede tiba-tiba menunjukkan tanda-tanda bahaya. Gempa kuat dan letusan dahsyat yang mengguncang wilayah kerajaan. Lahar panas mengalir deras. 

Raja Sumedang diliputi kecemasan, dalam keadaan genting, sang Raja memutuskan untuk bersemedi dan memohon petunjuk Tuhan, supaya bencana cepat berakhir.

Beberapa hari kemudian, san raja menerima bisikan gaib yang memerintahkannya untuk melemparkan keris emas pusaka leluhur ke kawah Gunung Gede.

Sang raja pun berhasil melemparkan kerus ke kawah Gunung Gede. Gunung Gede yang semula bergolak perlahan menjadi tenang dan suara gemuruh menghilang. 

2. Situ Bagendit

Dongen Situ Bagendit cukup populer di masyarakat Jawa Barat. Dongeng ini mengisahkan Nyi Endit, seorang janda kaya yang enggan berbagi dan tidak peduli pada penderitaan orang lain.

Karena keserakahannya, ia mendapat hukuman berupa banjir besar yang menenggelamkan rumah dan hartanya hingga terbentuklah Situ Bagendit. Cerita ini mengandung pesan moral agar manusia hidup rendah hati, peduli sesama, dan tidak serakah.

3. Lutung Kasarung 

Ceritanya, di kerajaan Pasir Batang, hiduplah seorang putri baik hati bernama Purbasari yang diusir ke hutan oleh kakaknya yang iri hati, yaitu Purbararang. Di tengah kesedihannya, Purbasari bertemu seekor lutung hitam yang tampak kasar dan misterius. Meski demikian, Purbasari merawat lutung tersebut dengan penuh ketulusan dan kasih sayang.

Baca juga: Legenda Cerita Rakyat Meniup Suling Saat Mendaki di Gunung Guntur: Artinya Memanggil Maung Bungkeuleukan

Tanpa disangka, lutung itu sebenarnya adalah pangeran tampan bernama Guruminda yang terkena kutukan. Berkat kebaikan hati Purbasari, kutukan pun hilang dan Guruminda kembali ke wujud aslinya. Purbasari akhirnya kembali ke istana dan diangkat menjadi ratu, sementara kejahatan Purbararang terbongkar. 

Kisah Lutung Kasarung mengajarkan bahwa kebaikan hati dan ketulusan akan selalu membawa kebahagiaan.

ADVERTISEMENT

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.

ADVERTISEMENT