Beranda 4 Dampak Buruk Curhat ke AI, Bisa Ancam Keamanan Data Pribadi 
ADVERTISEMENT

4 Dampak Buruk Curhat ke AI, Bisa Ancam Keamanan Data Pribadi 

2 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
4 Dampak Buruk Curhat ke AI, Bisa Ancam Keamanan Data Pribadi  (Source:freepik)

Hadirnya Artificial Technology (AI) di jaman sekarang sudah banyak mengubah kebiasaan dan perilaku seseorang. 

Mulai dari mencari ide untuk project, pekerjaan, tugas sekolah atau kuliah, memberi saran untuk pemecahan masalah, sampai dijadikan tempat curhat yang nyaman oleh anak-anak jaman sekarang. 

Seperti hadirnya chatbot Gemini dan ChatGPT yang selalu bisa menjawab setiap pertanyaan dari penggunanya, baik itu pertanyaan berupa akademis, atau cuma menjawab keluh kesah random. 

Banyaknya remaja, bahkan sampai orang dewasa yang memanfaatkan kehadiran AI hanya untuk curhat. Dikutip dari erafone, pada survei Kaspersky, tercatat bahwa warga negara Indonesia tergolong banyak yang menggunakan AI sebagai pendamping emosionalnya. Sebanyak 31% pengguna AI di Indonesia, curhat dan cerita masalahnya ke AI. Angka ini lebih tinggi dibanding rata-rata global. 

Baca juga: Soft Skill Paling Dibutuhkan Dunia Kerja Tahun 2026 yang Tak Bisa Tergantikan oleh AI

Disamping banyaknya orang yang menggunakan AI untuk curhat, ada dampak buruknya jika kamu curhat ke AI, termasuk adanya ancaman pada data pribadi. 

1. Rentan Penipuan Online 

Curhat ke AI seringkali menjelaskan kondisi emosional secara jujur, termasuk masalah kesehatan mental. Data tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk penipuan berbasis emosi, seperti phishing atau pemerasan digital. Kondisi rentan membuat seseorang lebih mudah dimanipulasi.

Jika data yang disimpan AI bocor, menjadi rentan terhadap potensi penipuan online. Seperti memberikan solusi instan, penyembuhan mental, atau janji palsu lainnya. 

2. Spam Iklan 

Topik yang sering kamu ceritakan bisa muncul kembali dalam bentuk iklan berulang. Hal ini sering kali terjadi tanpa terdasari. Misalnya, kamu curhat ke AI tentang masalah keluarga, iklan bertema serupa bisa terus muncul. Paparan ini justru dapat memperburuk kondisi mental karena mengingatkan kembali pada masalah yang sedang dihadapi. 

3. Menjadi Jauh dari Interaksi Sosial 

Ketika Ai sudah menjadi tempat curhat kamu yang nyaman, bisa jadi nantinya kamu tidak lagi membutuhkan seseorang di dunia nyata untuk curhat secara real life atau langsung.  Lama-kelamaan, kamu lebih memilih curhat ke AI dibanding berbicara dengan teman atau keluarga.

Baca juga: Kenali Perbedaan Foto Hasil Editan AI atau Bukan

4. Ketergantungan dengan AI 

Jika terlalu sering melakukan curhat ke AI, tanpa mempertimbangkan pendapat orang terdekat. Padahal, saran dari AI tidak selalu tepat karena tidak memahami konteks emosional secara mendalam. Itu yang akan membuat diri mu terlalu ketergantungan dengan AI.

AI biasanya memberikan saran yang terlalu umum atau kurang tepat yang bisa memperburuk keadaan. Jika kamu sudah terlalu bergantung, nasihat dari orang lain bisa diabaikan.

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.