3 Faktor Utama yang Jadi Pemicu Bunuh Diri pada Remaja
Faktor psikologis jadi pemicu banyaknya bunuh diri pada remaja. Seperti salah satunya perasaan kesepian pada diri.
Masalah kesehatan mental pada generasi muda khususnya remaja saat ini kian mendesak dan perlu adanya perhatian khusus. Seperti di lingkungan sekolah, teman, dan keluarga.
Peran guru, orang tua, dan teman sangat menjadi faktor seseorang terjaga mentalnya. Karena faktor psikologis yang dapat memicu keinginan bunuh diri pada remaja.
Fenomena bunuh diri sering kali tidak muncul secara tiba-tiba, keinginan untuk bunuh diri muncul karena akumulasi dari berbagai tekanan batin yang tidak tertangani.
Ada beberapa kondisi yang krusial membuat seseorang terdorong dirinya untuk bunuh diri. Berikut 3 faktor utamanya.
Baca juga: 5 Gerakan Workout Sederhana yang Bisa Dilakukan di Rumah, Pemula Wajib Tahu
1. Perasaan Kesepian
Perasaan kesepian (loneliness) yang terlalu mendalam menjadi faktor yang paling dominan seseorang bunuh diri. Remaja saat ini banyak yang merasa tidak memiliki tempat bercerita atau di dengarkan tanpa penghakiman, baik itu di lingkungan keluarga atau teman di pergaulan.
2. Hilangnya Rasa Memiliki
Hilangnya rasa memiliki (thwarted belongingness) pada remaja menjadi faktor kedua pemicu bunuh dirri. Karena setiap remaja memiliki kebutuhan psikologis yang besar untuk diterima oleh setiap kelompok atau komunitas. Ketika adanya rasa diasingkan, atau tertolak, akan muncul depresi yang meningkat.
Baca juga: Nikotin dan Tar dalam Rokok, Mana yang Paling Berisiko
3. Persepsi Diri Sebagai Beban
Anak-anak yang merasa keberadaannya menyusahkan menjadi beban keluarga atau orang lain, sering kali rentan terkena psikologis yang mendorong dirinya untuk mencoba bunuh diri. Seringkali pikiran dunia lebih baik dari pada kehadrinnya menjadi tanda bahaya seseorang yang harus segera diwaspdai.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.