Nikotin dan Tar dalam Rokok, Mana yang Paling Berisiko
Nikotin dan Tar dalam rokok sering disamakan, padahal tar hasil pembakaran tembakau disebut sebagai penyebab utama kanker dan penyakit paru.
Nikotin dan Tar dalam rokok sering dianggap sama berbahayanya, padahal keduanya memiliki sifat dan dampak kesehatan yang berbeda. Pembahasan tentang Nikotin dan Tar menjadi penting karena banyak orang mengira nikotin sebagai penyebab utama kanker, sementara penelitian menunjukkan tar dari pembakaran tembakau lebih berisiko.
Baca juga: Hanya 29% Pria Indonesia yang Tak Merokok, Sisanya Jadi Perokok Aktif
Fakta tentang Nikotin
Nikotin dan Tar sering dibandingkan, namun nikotin sebenarnya merupakan senyawa alkaloid alami yang terdapat pada tumbuhan seperti tembakau, tomat, terong, hingga kentang. Secara kimiawi, nikotin bersifat stimulan ringan yang dapat menimbulkan kecanduan, tetapi tidak secara langsung menjadi penyebab kanker paru atau penyakit jantung.
Melansir dari tirto.id, nikotin bekerja dengan merangsang pelepasan dopamin di otak yang memengaruhi konsentrasi, perhatian, serta suasana hati dalam jangka pendek. Sejumlah penelitian jangka panjang menunjukkan penggunaan nikotin dalam terapi seperti permen karet atau inhaler tidak terbukti menambah risiko kanker, stroke, maupun serangan jantung.
Tar dari Pembakaran
Dalam pembahasan Nikotin dan Tar, para ahli menilai bahwa tar sebagai komponen paling berbahaya karena terbentuk dari proses pembakaran tembakau. National Cancer Institute Amerika Serikat mencatat tar mengandung berbagai zat karsinogen yang menjadi faktor utama risiko timbulnya kanker dan kerusakan paru-paru.
Ketika asap rokok dihirup, tar membentuk lapisan lengket di dalam paru-paru yang dapat menyebabkan emfisema, batuk kronis, serta gangguan pernapasan lainnya. Penelitian pada perokok berat juga menunjukkan bahwa kandungan tar tinggi menjadi faktor risiko secara mandiri terhadap batuk dan dahak kronis dibandingkan pada perokok ringan.
Risiko Kesehatan Rokok
Data penelitian Sahar Taghavi pada tahun 2012 memperlihatkan bahwa kandungan nikotin dalam satu batang rokok berkisar antara 1,23 hingga 3,82 miligram. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan nikotin alami pada sayuran, sehingga rokok lebih mudah menimbulkan kecanduan daripada konsumsi tomat atau kentang.
Meski sejumlah studi menyebut produk tembakau tanpa pembakaran dapat menurunkan risiko kesehatan, merokok tetap menjadi penyebab kematian yang dapat dicegah. Selain Nikotin dan Tar, asap rokok mengandung ribuan bahan kimia lainnya seperti karbon monoksida dan nitrogen oksida yang menambah risiko kanker, stroke, dan penyakit jantung.
Baca juga: Rokok Jadi Pengeluaran Konsumsi Terbesar Kedua Masyarakat Jabar Setelah Beras
Jadi Warginet, perbedaan Nikotin dan Tar memperlihatkan bahwa proses pembakaran tembakau menjadi sumber utama munculnya zat berbahaya dalam rokok. Dengan memahami fakta mengenai Nikotin dan Tar dapat membantu kamu agar lebih bijak dalam menilai risiko kesehatan sebelum memutuskan untuk merokok atau berhenti.
Sumber: https://tirto.id/nikotin-dan-tar-mana-yang-berbahaya-cME1
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.