6 Fakta Menarik Kampung Adat Naga yang Pegang Teguh Tradisi Leluhur

6 Fakta Menarik Kampung Adat Naga yang Pegang Teguh Tradisi Leluhur

Pasti Warginet sudah tidak asing dengan Kampung Naga, sebuah kampung adat yang terletak si Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya ini berjarak sekitar 24 km dari Garut. Kampung Naga merupakan kampung adat yang bisa dikunjungi tetapi memiliki beberapa peraturan yang harus kamu ikuti.

Selain itu, ada beberapa fakta menarik tentang Kampung Naga loh. Apa saja kira-kira? Mari kita simak.

 

1. Memegang Amanat Leluhur

17.jpg

Masyarakat Kampung Naga sangat memegang teguh amanat leluhur. Tradisi yang diwariskan masih menjadi pegangan masyaraka Kampung Naga. Kehidupan masyarakat di kampung ini memiliki banyak pantangan dan tradisi unik hingga sekarang. Meski begitu, mayoritas masyarakat Kampung Naga memeluk agama Islam. Mereka menjalankan ajaran agama Islam tetapi tidak menghilangkan tradisi dan budaya yang diajarkan oleh leluhur mereka. Salah satunya adalah upacara Hajay Sasih, diadakan berteparan dengan hari hijrah tanggal 10 Dzulhijjah yang dipercayai upacara ini mirip dengan Iduladha dan Idulfitri.

 

2. Memiliki Kaitan dengan Kerajaan Galunggung

18.jpg

Kampung Naga memiliki sejarah yang menarik. Tokoh adat kampung ini percaya bahwa mereka memiliki kaitan erat dengan Pangeran Singaparna yang menjadi Panglima Kerajaan Timbanganten yang rajanya kala itu Wangsadikarya. Raja Wangsadikarya merupakan keturunan Raja Pajajaan dari Raja Surawisesa. Pangeran Singaparna inilah yang menjadi leluhur bagi warga Kampung Naga. Beberapa peninggalan kerajaan ada di Kampung Naga seperti piagam Tembaga Raja Wangsadikarya, yang disimpan di Rumah Ageung.

 

3. Tidak ada listrik

19.jpg

Listrik menjadi sumber penghidupan bagi manusia. Namun, tidak bagi masyarakat Kampung Naga. Masyarakat Kampung Naga yang peduli akan lingkungan dan budaya mereka tidak menggunakan listrik meski sudah sempat ditawari untuk pengadaan sumber energi listrik di kampung ini. Mereka menolak dengan alasan masih ingin menjaga kelestariam budaya leluhir dan kesetaraan sosial di masyarakat. Untuk itu, mereka memanfaatkan pencahayaan dari api seperti pada damar dan oncor. Mereka hidup damai meski tanpa sumber listrik.

 

4. Terdapat 113 Rumah Panggung

20.jpg

Diketahui di kampung ini memiliki 113 rumah dengan jenis rumah panggung. Rumah yang ada di Kampung Naga memiliki bentuk khas yang dikenal dengan atap cagak gunting. Pembangunan rumah-rumah di kampung ini menggunakan bahan yang berasal dari alam. Selain rumah penghuni, Kampung Naga juga memiliki Rumah Ageung, yaitu rumah yang dianggap memiliki keistimewaan oleh masyarakat kampung. Peninggalan sejarah yang menceritakan asal-usul kampung tersimpan dengan rapi. Ukuran bangunanya kecil dan terbuat dari bahan alam seadanya. Keberadaan rumah ini dijaga dan dipelihara oleh masyarakat Kampung Naga dengan baik.

 

5. Memiliki Banyak Pantangan

21.jpg

Sudah kita ketahui bahwa masyarakat Kampung Naha sangat teguh pada tradisi leluhur. Masyarakat menjalankan hukum tidak tertulis yang diwariskan oleh nenek moyang mereka. Oleh karena itu, banyak pantangan untuk warga dan pengunjung yang wajib dipatuhi. Masyarakat Kampung Naga percaya bahwa bila pantangan dilanggar, bisa menimbulkan malapetaka atau kerugian bagi mereka. Pantangan di kampung ini meliputi tata cara pembangunan rumah, pakaian upacara, kesenian, dan lainnya.

 

6. Kesenian Khas Kampung Naga

8.JPG

Kampung Naga meiliki keseniannya sendiri yang bisa ditampilkan di kampung ini, antara lain Terbang Gembrung yang ditampilkan saat hari besar Islam seperti Idulfitri, Iduladha, bulan Ramadan, dan Maulud Nabi. Selain itu, ada juga Kesenian Terbang Sejak yang biasa ditampilkan kapan saja. Ada juga kesenian angklung yang ditampilkan jika saat ritual khusus, hajatan, nikahan, atau sunatan.

23.jpg

 

Nah itu dia fakta-fakta menarik yang dimiliki oleh Kampung Adat Naga. Jika Warginet berniat untuk berkunjung, jangan lupa untuk mengikuti semua aturan yang sudah ditetapkan oleh masyarakat ya. Hormati tradisi dan budaya masyarakat Kampung Naga.


Baca lainnya

0 Komentar :

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.