Akar Wangi Garut: Dari Kerajinan Akar Bisa Jadi Dollar


Warginet mungkin sudah tidak asing dengan kerajinan akar wangi yang kerap dijadikan sebagai aksesori di rumah. Selain wanginya yang khas, akar wangi juga memiliki fungsi lain seperti mengusir ngengat maupun kecoak, sehingga pakaian yang tersimpan dalam lemari tetap awet dan harum.

Namun, tahukan Warginet bahwa akar wangi di Indonesia hanya tumbuh di Garut? Memiliki nama ilmiah Vetiveria Zizanioide, akar wangi hanya tumbuh subur di 3 wilayah dunia, yaitu Haiti, Jamaika, dan Indonesia tepatnya di Garut. 

Akar wangi merupakan sejenis rumput yang dapat tumbuh sepanjang tahun. Dikenal sebagai sumber wewangian, tetapi tidak hanya itu akar wangi memiliki manfaat di bidang lain. Akar wangi di bidang kesehatan sering digunakan sebagai obat sakit gigi, rematik, dan penghilang bau mulut. 

Daun dan batang dari akar wangi bisa dijadikan bahan baku kerajinan. Biasanya kerajinan dari akar wangi berupa tas, tempat tisu, tutup saji, pajangan, dan masih banyak lagi. Pajangan yang dihasilkan dari akar wangi yang paling populer berbentuk hewan-hewan lucu. 

Selain itu, akar wangi juga dijadikan bahan pembuat aroma terapi. Akar wangi mengandung minyak asitri yang fungsinya melemaskan syaraf otak dan anggota tubuh. Garut menjadi penghasil akar wangi terbesar di Indonesia. Sebagai salah satu bahan dasar pembuatan parfum dan kosmetik lainnya, produksi akar wangi Garut sesuai dengan kapasitas yang dimiliki. Peluang untuk ekspornya pun besar. 

Garut memasok akar wangi ke seluruh Indonesia bahkan hingga ke negara luar seperti, Singapura, India, Jepang, Hongkong, Inggris, Belanda, Jerman, Italia, Swiss, dan Amerika Serikat. Peluang ekspor pemasaran minyak akar wangi masih cukup terbuka apalagi di kawasan Asia Selatan, Asia Timur, Eropa Timur, dan Amerika Selatan. 

 

sumber : indonesiakaya.com


0 Komentar :

    Belum ada komentar.