Beranda Aksi Penolakan Terbentuknya Negara Pasundan Buatan Soeria Kertalegawa

Aksi Penolakan Terbentuknya Negara Pasundan Buatan Soeria Kertalegawa

8 bulan yang lalu - waktu baca 2 menit
Illustration : Mahlima Utari on X

Reaksi penolakan terhadap pembentukan Negara Pasundan oleh Soeria Kertalegawa sang mantan Bupati Garut ini berasal dari pemerintahan Republik da tokoh-tokoh Jawa Barat. Salah satu organisasi sunda yaitu Paguyuban Pasundan juga menolak karena mereka menginginkan Jawa Barat masuk ke dalam Pemerintahan Republik.

Tujuan dari Belanda mengajak kerjasama Soeria Kertalegawa ialah untuk memecah kembali Indonesia setelah Indonesia. Setelah Indonesia terpecah menjadi negara-negara bagian, kemudian Belanda akan kembali mempengaruhi Indonesia untuk kembali merebut kekuasaan di Indonesia.

Penolakan yang timbul ditunjukan pertama kali oleh tokoh sunda bernama Wiranatakusumah yang mengirimkan surat kepada Presiden Soekarno. Surat tersebut berisi penolakan terhadap pendirian Negara Pasundan dan mendukug penuh terhadap pemerintahan republik.

Bahkan dari orang tua Soeria Kertalegawa sendiri menolak dengan keras pembentukan ini. Sang ibu berbicara di Radio Republik Indonesia di Garut yang mengatakan bahwa ia tak menyetujui pembentukan Negara Pasundan.

Belanda menyadari bahwa lebih banyak pertentangan daripada persetujuan. Belanda juga menyadari bahwa Soeria Kertalegawa tidak begitu populer. Hal ini menyebabkan Belanda mempertimbangkan kembali pembentukan Negara Pasundan yang kedua.

Melihat hal tersebut, PRP tidak bubar, namun Negara Pasundan buatan Soeria Kertalegawa hilang dengan sendirinya. Dengan pembentukan Negara Pasundan yang baru, posisi Soeria Kertalegawa menjadi salah satu anggota Parelemen Pasundan PRP dan ia tetap mendukung pembentukan baru tersebut.

 

Sumber informasi :

-     - Maman Darmansyah, Garut Era Kepemimpinan Bupati R.A.A Soeria Kertalegawa (1915-1929), Jurnal Renaissance Vol. 3, No. 12, 2018

-      “ Antara Negara Pasundan Kertalegawa Dengan Negara Pasundan Wiranatakusumah (1947-1950) oleh Khopipah Fauziah

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.