Angleng & Wajit, Kerabat Dodol yang Tak Kalah Manis dan Legendaris

Angleng & Wajit, Kerabat Dodol yang Tak Kalah Manis dan Legendaris

Sebagian masyarakat Garut mungkin sering keliru dengan kudapan manis satu ini. Karena selain bentuknya yang mirip, rasa dan kemasan yang dihadirkan juga cenderung sulit dibedakan. Angleng dan Wajit, kerabat dodol khas Garut yang biasa disajikan sebagai sajian untuk menjamu tamu.

Mengenal Angleng

Angleng adalah kudapan khas Sunda yang terkenal di kalangan masyarakat Jawa Barat sejak 150 tahun lalu. Sekilas memang Angleng ini mirip seperti dodol, namun yang membedakan adalah bahan yang digunakan. Angleng terbuat dari tepung ketan, gula merah, garam, kelapa, gula putih dan vanila yang dibungkus dengan daun jagung kering.

Dalam proses pembuatannya, adonan angleng ini diaduk hingga mengental dalam waktu 2 jam dengan api sedang. Jika dibandingkan dengan dodol yang kenyal, angleng memiliki tekstur yang kasar dan mudah digigit.

Wajit

Bagi masyarakat Sunda, Wajit merupakan kudapan manis yang biasa dinikmati di waktu santai bersama teh hangat. Konon, kudapan legit ini merupakan makanan kalangan menak (bangsawan) tatar parahyangan abad ke-15, sekaligus simbol pemberontakan rakyat di masa kolonial Belanda.

Berbeda dengan Angleng, dalam proses pembuatannya, Wajit dibuat dari bahan dasar beras ketan dengan warnanya yang gelap kehitaman. Bahan-bahan lain yang digunakan juga hampir sama dengan angleng, yaitu terdiri dari gula merah, santan, dan sejumput garam.

Adonan wajit yang telah tercampur kemudian diaduk hingga mengental selama 2 jam, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari. Dalam pengemasannya, Wajit biasanya dipotong-potong lalu dibentuk seperti piramida yang dibungkus menggunakan kulit jagung kering.

Jadi bagaimana Warginet, sudah tahu perbedaannya? :)

Tags:

Komentar

Belum Ada Komentar
Anda belum dapat berkomentar. Harap Login terlebih dahulu