Nyalawena, Tradisi Tangkap Ikan Ala Urang Sunda dari Kecamatan Pakenjeng

Nyalawena, Tradisi Tangkap Ikan Ala Urang Sunda dari Kecamatan Pakenjeng

Sebagai daerah yang terkenal dengan bentang alam sungainya, Kecamatan Pakenjeng menyimpan salah satu tradisi memanen ikan bernama Nyalawena.

Nyalawena, merupakan ritual menangkap impun (ikan kecil) setiap tanggal 25. Pada tanggal tersebut masyarakat Pakenjeng berbondong-bondong menangkap ikan impun yang sedang melakukan migrasi dari laut menuju hulu sungai. Dalam satu tahun, masyarakat sekitar biasa melakukan kegiatan ini sebanyak enam kali, yakni pada bulan Rajab, Rewah, Ramadhan, Syawal, Hapit, dan Rayagung.

Secara Istilah, Nyalawena berasal dari kata nyalawean atau salawe yang dalam Bahasa Sunda merupakan penunjukan untuk angka 25. Hal ini sesuai dengan pelaksanaan nyalawena yang berlangsung setiap tanggal 25 dalam perhitungan bulan di kalender Islam. Konon, di tanggal tersebut, nelayan dan masyarakat akan mendapatkan hasil tangkapan yang lebih banyak.

Selain itu, dalam pelaksanaannya, Nyalawena dilaksanakan dengan cara menggiring impun atau ngiprakeun impun dari laut menuju sungai dengan menggunakan waring atau kelambu yang rongganya kecil. Pelaksanaan upacara Nyalawena biasa dilaksanakan sekitar 3-7 hari tergantung pada banyak tidaknya ikan impun yang ada. Biasanya, masyarakat setempat juga menyertakan sesajen berupa tujuh jenis rujak sebagai bentuk rasa syukur.

Sejak dulu, Tradisi Nyalawena ini sudah berkembang di kalangan masyarakat yang tinggal di pesisir pantai atau bantaran sungai. Karena selain diyakini sebagai simbol identitas, tradisi ini menumbuhkan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar. Salah satunya adalah menumbuhkan sifat gotong-royong, mempererat kebersamaan, dan menjadi ajang silaturahmi. Bahkan di beberapa wilayah, tradisi ini kerap kali dijadikan sebagai tempat untuk mencari jodoh.

Selain di Garut, tradisi ini juga populer di wilayah Cianjur dan bertransformasi menjadi tarian tradisional masyarakat setempat yang diinisiasi oleh salah satu tokoh masyarakat. Sama halnya seperti tradisi Nyalawena, tarian tersebut memiliki ciri khas gerakan mengayun, yang merupakan perwujudan dari seseorang yang sedang menangkap ikan. Hal ini juga menjadi salah satu cara untuk tetap melestarikan budaya Nyalawena di era modern seperti saat ini.

 

Tags:

Komentar

Belum Ada Komentar
Anda belum dapat berkomentar. Harap Login terlebih dahulu