Badawang, Ondel-Ondel Versi Garut dari Kecamatan Limbangan


Selain Jakarta yang identik dengan Ondel-ondel sebagai ikon Betawi, Garut juga punya Badawang. Patung orang-orangan berukuran raksasa yang menjadi kebanggaan masyarakat Pasirwaru, Kecamatan Limbangan, Garut.

Badawang, atau yang juga disebut Memeniran, terbuat dari kerangka bambu yang dilapisi kostum dan dilengkapi topeng dengan ukiran wajah. Di dalam kerangka ini terdapat rongga yang dapat dimasuki oleh para pemain, sehingga dapat digerakan mengikuti irama musik. Sama halnya dengan Ondel-ondel dari Jakarta atau Barong Landung dari Bali, kesenian ini dipertunjukan dengan alunan musik tradisional, seperti kendang pencak yang dilengkapi dog-dog dan bedug.

Dalam Bahasa Sunda, istilah Badawang dapat diartikan sebagai wujud perawakan seseorang yang memiliki ukuran tubuh tinggi besar atau "jangkung badag". Tradisi peniruan makhluk hidup ini, sudah ada sejak lama dan menjadi sistem kepercayaan asli Indonesia.

Dalam pertunjukannya, Badawang biasanya menampilkan figur punakawan seperti Semar, Cepot, Dawala, dan Gareng. Pemilihan tokoh punakawan ini tidak bersifat baku. Para pemain bisa menampilkan karakter lain sesuai keinginan, karena yang menjadi ciri khas dari Badawang adalah tampilannya yang lucu dan karakternya yang menghibur.

Pertunjukan ini, biasanya terdiri dari 4 sampai 9 orang. Setiap pemain dituntut untuk mengetahui karakter setiap tokoh yang dibawakan. Seperti halnya Gareng yang memiliki sifat  pemarah, brutal, tapi selalu jujur dan lincah. Selain itu, musik yang dimainkanpun harus selaras dengan karakter yang dibawakan, namun dapat disesuaikan dengan selera penonton dan perkembangan zaman.

Hingga saat ini, Badawang biasa dipertunjukan sebagai pelengkap pesta-pesta perkawinan atau khitanan. Bahkan di beberapa acara besar, Badawang juga menjadi kesenian yang meramaikan pagelaran peringatan hari jadi Kota maupun Nasional.

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.