Bank Indonesia Menyelenggarakan Kegiatan digitalisasi UMKM di Pantai Sayang Heulang


Pada tanggal 16 September 2023, Bank Indonesia menyelenggarakan kegiatan diskusi publik mengenai digitalisasi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Pantai Sayang Heulang, Pameungpeuk, Garut, Indonesia. Acara  dibuka oleh Deputi Bank Indonesia yang membidangi Wilayah Jawa Barat dan dihadiri oleh sekitar 270 peserta UMKM dari wilayah Garut Selatan.

Dalam diskusi kali ini, Dr. Hj. Siti Mufattahah, Anggota Komite XI DPR RI, turut hadir sebagai narasumber. Siti Mufattahah menjelaskan  tujuan dari latihan ini adalah untuk meningkatkan kualitas UMKM dalam menghadapi tantangan perekonomian global, dengan harapan  dapat mencapai tingkat internasional sebagai eksportir.

Garut dikenal sebagai rumah bagi UMKM dengan ribuan pelaku UMKM yang tersebar mulai dari ibu kota kabupaten hingga pesisir pantai. Potensi UMKM  merupakan kekuatan ekonomi yang dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian nasional. Siti Mufattahah menekankan pentingnya digitalisasi dalam pemasaran UMKM untuk meningkatkan daya saing  internasional.

Dalam konteks Garut,  salah satu daerah tertinggal, digitalisasi diharapkan dapat membantu mengatasi ketertinggalan perekonomian. Garut memiliki banyak usaha kecil yang menawarkan produk-produk berkualitas tinggi, meskipun banyak di antaranya yang masih beroperasi dengan cara tradisional.

Bersama Bank Indonesia, Siti Mufattahah menggalakkan digitalisasi pemasaran UMKM sebagai salah satu cara untuk meningkatkan daya saing dan meraih pangsa pasar global. Mengingat peningkatan perekonomian nasional bergantung pada peningkatan ekspor, digitalisasi UMKM diharapkan dapat membantu mereka mengakses pasar internasional.

Siti Mufattahah juga berbicara tentang pentingnya peran pemimpin desa dalam mendukung UMKM di wilayahnya. Pemimpin di tingkat desa  dapat mengidentifikasi UMKM yang potensial dan menciptakan pasar lokal yang berkualitas, seperti mini market, untuk memasok produk UMKM. Hal ini dipandang sebagai cara untuk menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

 Siti Mufattahah juga mengatakan pemerintah akan mendukung kelompok UMKM yang memenuhi kriteria tertentu, antara lain legalitas, perizinan, teknis pengemasan produk, dan persyaratan pasar. Pemerintah akan membantu kelompok ini melalui CSR (Corporate Social Responsibility) perbankan atau dukungan pemerintah.

Selain itu, ia juga menghimbau para pemangku kepentingan UMKM untuk tidak segan-segan melakukan pendekatan kepada pemerintah dan instansi terkait untuk memperbaiki kekurangannya dan prosesnya dipermudah.


0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka