Daeng Soetigna Sang Penemu Angklung Diatonis


Angklung merupakan alat musik tradisional dari Jawa Barat yang terbuat dari bambu dan dimainkan dengan cara digoyangkan. Angklung memiliki berbagai macam jenis, salah satunya adalang angklung diatonis. Angklung diatonis adalah jenis angklung yang dikembangkan angklung buhun yang biasanya bersaniding dengan angklung buncis yang bernada pentatonis, angklung baduy dan angklung gubrag.

Angklung diatonis ini diciptakan oleh musisi yang berasal dari Garut yakni Daeng Soetigna yang juga dijuluki debagai Bapak Angklung Indonesia. Daeng Soetigna lahir dari keluarga bangsawan Sunda sehingga ia dapat bersekolah di sekolah Belanda. Setelah menyelesaikan pendidikannya ia mengajar di berbagai macam sekolah, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah.

Selama mengajar Daeng mulai mendalami angklung dan berguru ke banyak orang, mulai dari pengemis tua yang saat itu sedang memainkan lagu cis kacang buncis menggunakana angklung. Melihat pengemis ini Daeng terinspirasi untuk mengajar seni musik dengan menggunakan angklung. Kemudian ia berguru pada Pak Djajda yang merupakan seorang pembuat angklung dan Daeng meminta bantuan Pak Djaja untuk membuat angklung diatonis.

Daeng juga berguru kepada petani yang bernama Pak Wangsa, Pak Wangsa memberi tahu Daeng mengenai berbagai jenis bambu yang kuat dan dapat menghasilkan bunyi. Ia juga berguru pada sahabatnya yakni Setiamihardja, Setiamihardja merupakan seorang guru kerajinan tangan yang kemudian membantu Daeng untuk mendesain angklung diatonis.

Setelah menciptakan angklung diatonis Daeng mengajarkan angklung diatonis kepada murid-muridnya, para murid tampil bersama di acara perkemahan. Angklung diatonis semakin terkenal dan begitu juga dengan Daeng Soetigna, angklung membawanya ke berbagai acara besar seperti Perjanjian Linggarjati hingga Konferensi Asia Afrika. Bahkan Daeng menggunakan angklung sebagai media untuk meredakan ketegangan. Atas jasanya angkulng diatonis ini juga dikenal sebagai jenis angklung padaeng.


Sumber : visit garut


0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka

  • Oleh Infogarut
  • 06, Jun 2024
Tentang Logo Kabupaten Garut