Beranda Diam-diam Mendominasi, Bahasa Jawa dan Sunda Jadi Bahasa Daerah Terbesar di ASEAN
ADVERTISEMENT

Diam-diam Mendominasi, Bahasa Jawa dan Sunda Jadi Bahasa Daerah Terbesar di ASEAN

5 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Diam-diam Mendominasi, Bahasa Jawa dan Sunda Jadi Bahasa Daerah Terbesar di ASEAN, Source: Freepik

Di kawasan Asia Tenggara, bahasa daerah seperti Jawa dan Sunda tercatat sebagai bahasa dengan jumlah penutur terbesar di ASEAN hingga saat ini.

Keragaman bahasa sebagai salah satu ciri khas di kawasan Asia Tenggara. Menariknya, sejumlah bahasa daerah yang ada di ASEAN justru memiliki jumlah penutur yang sangat besar, bahkan melampaui beberapa bahasa nasional di berbagai negara di dunia.

Baca juga: Daftar Kabupaten/Kota di Jawa Barat yang Menggunakan Bahasa Jawa Sehari-hari

Bahasa Daerah Dominasi ASEAN

Data yang dirilis oleh SeasiaStats menunjukkan bahwa bahasa daerah di kawasan ASEAN didominasi oleh bahasa yang berasal dari Indonesia dan Filipina. Dalam daftar tersebut, bahasa Jawa menempati posisi teratas dengan jumlah penutur yang sangat besar dibandingkan bahasa daerah lainnya.

Dominasi bahasa daerah ini memperlihatkan bahwa keberadaan bahasa lokal masih sangat kuat digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Selain sebagai alat komunikasi, bahasa daerah juga merupakan bagian penting dari identitas budaya dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Daftar Bahasa Daerah ASEAN

Berdasarkan data yang dirilis SeasiaStats, terdapat sejumlah bahasa daerah di ASEAN yang memiliki jumlah penutur sangat besar. Beberapa bahasa tersebut bahkan berasal dari Indonesia dan Filipina, dengan jumlah penutur mencapai jutaan orang yang di antaranya dapat disimak di bawah ini::

  1. Jawa – 68 juta penutur

  2. Sunda – 32,4 juta penutur

  3. Cebuano – 20 juta penutur

  4. Hiligaynon – 9,1 juta penutur

  5. Ilocano – 8,5 juta penutur

  6. Madura – 7,7 juta penutur

  7. Melayu (Regional) – 7,5 juta penutur

  8. Minangkabau – 4,8 juta penutur

  9. Banjar – 3,7 juta penutur

  10. Bugis – 3,5 juta penutur

Baca juga: Bagaimana Etnis Sunda Lahir? Ini Sejarahnya!

Jadi Warginet, besarnya jumlah penutur bahasa daerah di ASEAN menunjukkan bahwa bahasa lokal masih memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Ke depannya, tantangan terbesar adalah bagaimana menjaga keberlangsungan bahasa daerah agar tetap digunakan dan tidak tergeser oleh bahasa nasional maupun bahasa global.

ADVERTISEMENT

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.