Bagaimana Etnis Sunda Lahir? Ini Sejarahnya!
Etnis Sunda atau suku sunda menjadi suku yang mayoritas mendiami wilayah Banten dan Jawa Barat. Begini sejarah etnis Sunda lahir.
Kata Sunda berasal dari bahasa Sansekerta. Sunda atau Sundsha memiliki arti putih, berkilau bersinar, dan terang. Dalam bahasa Bali dan Jawa Kuno, Sunda berarti suci, tak tercela, murni, tak bernoda, atau bersih.
Etnis Sunda berasal dari wilayah Banten dan Jawa Barat. Mereka merupakan hasil perkembangan penduduk asli Nusantara yang kemudian membentuk identitas budaya, bahasa, dan sistem sosial sendiri.
Menurut data SP BPS 2010 jumlah suku sunda mencapai 15,5 persen atau sebanyak 36.701.670 dari jumlah seluruh penduduk di Indonesia. Suku Sunda menjadi populasi suku terbanyak kedua di Indonesia.
Identitas Sunda semakin jelas pada masa kerajaan Hindu-Buddha, terutama sejak berdirinya Kerajaan Tarumanagara (abad ke-4–7 M). Prasasti-prasasti peninggalan kerajaan ini menunjukkan penggunaan bahasa Sanskerta dan adanya kekuasaan terorganisasi di tanah Sunda.
Setelah Tarumanagara runtuh, muncul Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh, yang kemudian dikenal sebagai Kerajaan Pajajaran. Pada masa inilah bahasa Sunda, adat istiadat, dan nilai-nilai kesundaan berkembang kuat dan menjadi dasar identitas etnis Sunda hingga sekarang.
Masuknya Islam pada abad ke-16 mengubah sistem kepercayaan, tetapi budaya Sunda tetap bertahan dan beradaptasi, terlihat dari perpaduan nilai Islam dengan adat lokal.
Namun adanya pendapat lain yang menyatakan bahwa suku Sunda berasal dari keturunan Austronesia (ras Mongolid atau ras yang tersebar dari Taiwan hingga Hawaii) yang berada di Taiwan. Lalu, mereka bermigrasi melalui kepulauan Filipina sampai tiba di Jawa sekitar 1.500 hingga 1.000 Sebelum Masehi.
Baca juga: 14 Februari Diperingati sebagai Hari Valentine, Ini Sejarah dan Faktanya yang Perlu Kamu Tahu!
Watak dari orang Sunda memiliki ajaran yang sudah turun temurun menjadi pedoman dalam kehidupannya. Yaitu :
- Cageur (sehat jasmani rohani)
- Bener (dapat dipercaya, tidak berbohong)
- Bageur (saling membantu orang yang sedang kesulitan)
- Singer (teliti, tidak ceroboh)
- Pinter (menguasai ilmu dan bejalar dengan baik).
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.