Alasan Dibalik Banyaknya Warga Indonesia Berobat ke Singapura
Setiap tahunnya, sekitar 2 juta warga Indonesia selalau pergi ke Singapura untuk berobat, ternyata ini alasannya.
Pemerintah mencatat banyak warga Indonesia yang setiap tahunnya melakukan perawatan medis ke luar negeri seperti Singapura. Karena hal itu, Indonesia kehilangan Rp150 triliun per tahunnya.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan penyebab yang menjadi alasan warga Indonesia lebih memilih Singapura atau Malaysia sebagai tempat perawatan medis.
Menurutnya, bukan hanya soal harga yang lebih murah, tapi juga karena kualitas kesehatan disana yang leebih terjamain. Seperti Malaysia mampu memberikan kualitas administrasi, sampai hospitality yang lebih baik dari Indonesia. Ini lah yang membuat warga Indonesia lebih memilih berobat di luar, dan hal tersebut belum dimiliki oleh rumah sakit milih pemerintah.
Baca juga: Pemerintah Resmi Tetapkan Jadwal Libur Sekolah pada Bulan Ramadhan
Ia juga mencontohnya ketika menunggu dokter, di Malaysia bisa langsung bertemu dan tidak menunggu lama. Sedangkan rumah sakit Indonesia 3-5 jam baru bisa bertemu dengan dokter.
"Di Malaysia masuk rumah sakit langsung ketemu dokter, di kita mungkin bisa 3-5 jam," ucap Budi Gunandi, dikutip dari CNBC.
"Di Malaysia diskusi dengan dokter bisa mendapat 15-30 menit. Sedangkan di Kemenkes cuma bisa 3 menit saja," tambahnya.
Baca juga: Bank Indonesia Resmi Buka Program Penukaran Uang Lebaran 2026
Dibalik kurangnya fasilitas dan layanan yang tersedia di rumah sakit Indonesia. Pemerintah baru-baru ini telah meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, sebuah kompleks pariwisata medis terintegrasi pertama di Indonesia, mencakup rumah sakit, klinik spesialis, pusat riset medis, hotel, serta pusat konvensi.
Hal itu bisa menjadi tempat bagi warga Indonesia untuk mengurangi berobat ke luar negeri lagi, sekaligus menjadi penarik bagi wisatawan medis dari berbagai mancanegara.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.