ADVERTISEMENT
Beranda Daftar Kabupaten/Kota di Jawa Barat yang Menggunakan Bahasa Jawa Sehari-hari
ADVERTISEMENT

Daftar Kabupaten/Kota di Jawa Barat yang Menggunakan Bahasa Jawa Sehari-hari

5 jam yang lalu - waktu baca 3 menit
Sumber: Pramadya Putra (Wikimedia Commons)

Mayoritas penduduk Jawa Barat merupakan bagian dari suku Sunda yang sehari-hari berkomunikasi menggunakan Bahasa Sunda. Namun, apakah Warginet tahu ada sebagian wilayah di Jawa Barat menggunakan Bahasa Jawa?

Fenomena ini terjadi karena beberapa faktor, seperti sejarah, migrasi, dan letak geografis. Bahasa Jawa sendiri digunakan oleh masyarakat yang tinggal di provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta.

Ingin tahu daerah Jabar mana saja yang menggunakan Bahasa Jawa? Ini dia jawabannya.

Daerah Jawa Barat yang Menggunakan Bahasa Jawa

Daerah Jawa Barat yang dikenal berkomunikasi menggunakan Bahasa Jawa adalah di kawasan pesisir pantai utara, khususnya di Indramayu dan Cirebon. Secara sejarah, daerah-daerah ini memiliki kaitan dengan penyebaran Islam dan hubungan politik dengan kerajaan-kerajaan di Jawa Tengah, contohnya Kerajaan Demak.

Beberapa kabupaten dan kota di Jawa Barat yang menggunakan Bahasa Jawa adalah:

  • Kota Cirebon
  • Kabupaten Cirebon
  • Kabupaten Indramayu
  • Sebagian wilayah Kabupaten Ciamis
  • Sebagian utara Kabupaten Subang
  • Timur laut Kabupaten Karawang

Di daerah-daerah ini, Bahasa Jawa yang digunakan merupakan hasil percampuran dari budaya setempat. Oleh karena itu, akan ada perbedaan dari bahasa Jawa pada umumnya, seperti logat dan kata-kata tertentu.

3 Dialek dan Daerah Persebarannya

Bahasa Jawa yang digunakan di Jawa Barat tidak sepenuhnya sama dengan Bahasa Jawa dari Solo atau Yogyakarta. Bahasa tersebut telah mengalami penyesuaian budaya dan lingkungan setempat sehingga menghasilkan dialek khas.

Dialek Jawa Cirebonan

Dialek Jawa Cirebonan bisa ditemui di Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon. Dialek ini merupakan hasil perpaduan dari bahasa Jawa dan Sunda.

Pada dialek Jawa Cirebonan, ada dua tingkatan bahasa yang digunakan sehari-hari, yaitu bahasa Bebasan dan Padinan atau disebut juga bahasa Bagongan.

Bahasa Cirebon Bebasan adalah bahasa halus atau sopannya dialek Jawa Cirebonan. Biasanya digunakan untuk berkomunikasi dengan orang yang lebih dihormati, seperti orang tua, guru, dan lainnya. Bahasa ini tidak pernah mengalami perubahan setiap kosa katanya.

Sebaliknya, Cirebon Padinan digunakan untuk teman sebaya atau yang lebih muda. Bahasa Padinan atau Bagongan terbilang fleksibel dan banyak menyerap istilah-istilah dari bahasa lain, seperti kata ‘ok’. 

Dialek Dermayon

Kabupaten Indramayu memiliki dialek sendiri yang merupakan campuran dari bahasa Jawa dan Sunda bernama Dermayon. Fenomena ini tercipta karena sejarah Indramayu yang berkaitan erat dengan Kerajaan Mataram.

Selain itu, Indramayu terletak di jalur utama Pantai Utara Jawa. Maka dari itu, banyak orang singgah di wilayah ini, sehingga ada percampuran budaya, termasuk bahasa.

Daerah yang masyarakatnya menggunakan dialek Dermayon sehari-hari dapat ditemukan di Kecamatan Cilamaya Wetan, Cilamaya Kulon, Pedes, dan Banyusari.

Dialek Ciamis

Dialek Ciamis digunakan oleh sebagian masyarakat yang tinggal di wilayah Ciamis, Jawa Barat untuk komunikasi sehari-hari.

Ada lima kecamatan yang masyarakatnya menggunakan Bahasa Jawa di Ciamis. Kecamatan tersebut antara lain, Kecamatan Lakbok, Purwadadi, Pamarican, sebagian wilayah Banjarsari, dan Banjaranyar.

Bahasa Jawa yang digunakan hampir mirip dengan bahasa daerah Kabupaten Banyumas dan terdapat campuran Bahasa Sunda. Hal ini karena letak Ciamis yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah.

Letaknya yang berada di sisi selatan membuat dialek ini terdengar berbeda dengan dialek yang digunakan di sisi Pantai Utara Jawa.

Daerah di Jawa Barat yang memakai bahasa Jawa ini merupakan bentuk keunikan budaya. Bahasa bukan hanya cara untuk berkomunikasi, tetapi juga cerminan sejarah, nilai, dan jati diri masyarakatnya. 

ADVERTISEMENT

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.