Diam-diam Menggunung, Sampah Sisa Makanan di Indonesia Jadi Ancaman
Sampah sisa makanan di Indonesia terus meningkat dan mendominasi timbulan sampah nasional sehingga berpotensi menjadi ancaman lingkungan.
Masalah sampah sisa makanan di Indonesia terus menjadi sorotan karena jumlahnya semakin meningkat setiap tahunnya. Bahkan, sekarang sisa makanan ini menjadi komposisi terbesar dalam timbulan sampah nasional serta berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang serius jika tidak dikelola dengan baik.
Baca juga: Pemerintah Pusat Target Akhiri Darurat Sampah Nasional
Tingginya Sampah Sisa Makanan
Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) milik Kementerian Lingkungan Hidup memperlihatkan bahwa sisa makanan merupakan penyumbang terbesar dalam komposisi sampah di Indonesia. Dari total 32,8 juta ton sampah yang tercatat pada tahun 2024 di 303 kabupaten dan kota, sekitar 39,87 persen di antaranya merupakan limbah makanan.
Melansir dari tirto.id, jumlah tersebut setara hampir 20 juta ton sampah makanan setiap tahunnya. Angka tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa negara di Asia Tenggara seperti Thailand, Myanmar, dan Filipina sehingga memposisikan Indonesia sebagai salah satu penghasil sampah makanan terbesar di kawasan.
Penyebab Sampah Sisa Makanan
Besarnya volume sampah sisa makanan tidak hanya berasal dari kebiasaan masyarakatnya saat mengonsumsi makanan. Proses sebelumnya dalam rantai produksi pangan, mulai dari pascapanen, penyimpanan, hingga distribusi, juga ikut menyumbang terjadinya limbah makanan.
Selain itu, pola konsumsi masyarakat yang sering menyisakan makanan juga menjadi penyebab meningkatnya sampah sisa makanan. Banyak orang membeli atau memasak makanan dalam jumlah berlebihan karena khawatir kekurangan, sehingga sebagian makanan akhirnya tidak dikonsumsi dan terbuang.
Dampak Sampah Sisa Makanan
Jika tidak ditangani dengan baik, sampah sisa makanan tersebut dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi lingkungan. Limbah organik ini menghasilkan emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida dan metana yang dapat memperburuk krisis iklim.
Selain berdampak pada lingkungan, sampah sisa makanan juga dapat menimbulkan masalah kesehatan. Timbunan sampah organik berpotensi menjadi sarang kuman penyakit serta menghasilkan air lindi yang dapat mencemari tanah dan sumber air di sekitarnya.
Baca juga: 10 Negara yang Paling Banyak Konsumsi Sampah Plastik, Indonesia Urutan Berapa ya?
Nah Warginet, meningkatnya sampah sisa makanan di Indonesia sebagai pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola konsumsi makanan. Dengan mengurangi sisa makanan dan memperbaiki sistem pengelolaan sampahnya, dampak lingkungan dapat diminimalkan.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.