Eksistensi Permainan Tradisional Indonesia di Tengah Modernisasi
Permainan tradisional di Indonesia menghadapi tantangan era digital akibat gadget serta minimnya ruang bermain bagi anak-anak.
Saat ini permainan tradisional di Indonesia semakin jarang dimainkan akibat perubahan gaya hidup di era digital. Permainan tradisional secara perlahan tergeser oleh gim daring serta penggunaan gawai yang lebih praktis dan menarik secara visual bagi anak-anak.
Baca juga: Permainan Tradisional Indonesia dan Jejak Budayanya di Nusantara
Tantangan Modernisasi
Di kota-kota besar, ruang terbuka semakin terbatas sehingga anak-anak jarang bermain di luar rumah. Sementara itu, kurangnya pengenalan sejumlah permainan tradisional di sekolah dan keluarga membuat generasi muda tidak akrab dengan warisan budaya ini.
Dominasi gadget dan internet membuat permainan secara digital lebih diminati dibandingkan aktivitas fisik tradisional. Kondisi tersebut menjadi tantangan serius dalam menjaga keberlangsungan permainan tradisional di Indonesia.
Langkah Pelestarian
Permainan tradisional dapat dihidupkan kembali melalui kegiatan sekolah, festival budaya, serta lomba peringatan hari kemerdekaan. Peran komunitas dan pemerintah daerah juga penting dalam mengenalkan permainan tradisional kepada generasi muda.
Orang tua dapat mengajak anak bermain congklak, petak umpet, atau gobak sodor saat akhir pekan. Dengan langkah sederhana tersebut, Permainan tradisional asal Indonesia ini tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Baca juga: Sunda Manda: Permainan Tradisional Penuh Nilai Edukatif
Nah Warginet, banyaknya permainan tradisional di Indonesia ini merupakan warisan yang tidak boleh hilang ditelan modernisasi. Mari jaga bersama permainan tradisional dari berbagai daerah agar tetap hidup untuk generasi mendatang.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.