Garut Peringati Hari Keluarga Nasional, Pencegahan Stunting Jadi Perhatian Utama


Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) dan Hari Anak Nasional (HAN), Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menegaskan, keluarga harus benar-benar dibangun dengan baik, jangan sampai terdapat ketidakharmonisan.

Hal itu disampaikannya dalam upacara peringatan HARGANAS ke-29 dan HAN tingkat Kabupaten Garut, di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda), Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (25/7/2022).

Menurutnya, ketidakharmonisan dalam keluarga merupakan salah satu penyebab pola asuh terhadap anak menjadi kurang baik.

“Ini juga (kekerasan terhadap anak) sangat memprihatinkan, makanya saya sampaikan bahwa basic daripada keluarga, bagaimana mendidik anak itu adalah basic yang sifatnya kesiapan mental, nah kesiapan mental ini harus kita siapkan,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sendiri terdapat beberapa program sebelum perkawinan, seperti pelatihan untuk mempersiapkan mental, sehingga secara biologis sudah siap menghadapi kehidupan setelah perkawinan.

Salah satu dampak kurangnya peran keluarga adalah menurunnya jaminan pemenuhan gizi anak, yang akhirnya berujung pada penambahan kasus stunting.

Stunting, kata Helmi, disebabkan karena kekurangan asupan makanan yang bergizi dalam waktu yang lama, salah satunya karena masih banyak masyarakat miskin sehingga berpengaruh terhadap pola asuh anak.

Oleh karena itu, peringatan Harganas tahun ini difokuskan sebagai penguatan komitmen membangun keluarga sehat dan berkualitas sesuai tema "Ayo Cegah Stunting, Agar Keluarga Bebas Stunting".

“Jadi  memang ekonomi dan juga basic kesiapan mental itu yang harus kita terus perbaiki, sehingga secara ekonomi kita terus naik, secara mental juga kita siap menjadi keluarga yang baik, yang bisa membesarkan anak-anak kita dalam lingkungan yang bagus,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Wabup mengapresiasi atas prestasi yang diraih oleh pemerintah daerah melalui perjuangan para kader serta masyarakat di Kabupaten Garut. Ia mengaku bangga, Kabupaten Garut dapat meraih beberapa penghargaan mulai dari  tingkat kabupaten, provinsi hingga tingkat nasional.

“Ini kerja keras yang tentu ini hanya salah satu bagian saja, keluarga di Garut itu kan sangat banyak, kalo indeks nya itu adalah satu banding lima penduduk kita 2,5 (juta) misalkan, kita itu berarti ada sekitar 700 ribu keluarga,” tuturnya.

Ia berpesan kepada para keluarga di Garut untuk bisa mempersiapkan secara materi maupun imateri untuk membangun keluarga yang sakinah, mawadah, warahma, sehingga keluarga bisa menjadi pondasi bagi karir suami maupun istri, serta pondasi untuk mendapatkan pendidikan tinggi bagi anak-anaknya.


0 Komentar :

    Belum ada komentar.