Hindari Toxic Parenting, Perhatikan Lima Hal Ini!

  • Whatsapp
Ilustrasi Toxic Parenting (Foto : Freepik)
Ilustrasi Toxic Parenting (Foto : Freepik)

Toxic parenting merupakan istilah yang menjelaskan tentang pola asuh orang tua yang salah. Ini tidak hanya berlaku pada orang tua yang melakukan kekerasan fisik maupun verbal, namun juga orang tua yang melakukan tindakan-tindakan yang bisa meracuni psikologis anak.

Jenis orang tua yang kedua lebih berbahaya karena tak kasat mata. Seseorang bisa saja terlihat seperti orang tua normal, namun dia tidak menyadari jika perilakunya bisa saja membuat sang anak mengalami trauma berkepanjangan.

Bacaan Lainnya

banner 728x250

Biasanya, toxic parenting diawali dari orang tua yang tidak memperlakukan anaknya secara hormat sebagai seorang individu. Contohnya seperti kurang mengapresiasi anak dan sering membanding-bandingkan mereka dengan anak lain. Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk menghindari toxic parenting? Simak lima hal ini!

1. Hindari memberi reaksi negatif

Orang tua toxic memiliki emosi yang tidak terkendali. Biasanya, mereka meributkan hal-hal kecil dengan dramatis. Hindari membentak anak hanya karena kesalahan kecil. Apalagi jika masalah tersebut dijadikan alasan untuk memarahi, memusuhi, atau melempar kekerasan verbal lain yang sangat destruktif kepada anak.

2. Pupuk rasa empati

Memupuk rasa empati bisa mengurangi toxic di dalam diri. Cobalah untuk memposisikan diri dalam sudut pandang anak. Jika sudah seperti itu, maka kita bisa lebih memahami perasaan mereka. Sebaliknya, jika empati kita kurang maka semua yang anak lakukan akan dipandang sebagai hal yang berbahaya, mengganggu, atau menyakitkan. Padahal, maksud yang ingin sang anak sampaikan sangat berbeda jauh dari ketiga hal tersebut.

3. Hindari mengontrol anak secara berlebihan

Anak adalah seorang individu yang memiliki hak untuk memilih bagaimana cara mereka ingin menjalani hidup. Namun, tidak sedikit orang tua yang memaksakan kontrol penuh terhadap anak. Mereka mengasuh anak dengan memberikan tuntutan-tuntutan yang tidak masuk akal.

4. Beri anak apresiasi

Orang tua toxic tidak pernah memberi apresiasi bahkan ketika sang anak mendapat prestasi yang luar biasa. Tidak jarang mereka merendahkan anak karena tidak sesuai dengan ekspektasi. Padahal, pemberian pujian sangat berpengaruh pada kondisi psikologis anak.

5. Bermusyawarah untuk memecahkan masalah

Komunikasi merupakan hal penting yang perlu orang tua perhatikan. Pastikan jika komunikasi tidak berjalan satu arah. Seorang anak juga berhak untuk menyampaikan pendapat. Kurangnya komunikasi dapat menimbulkan ketidakharmonisan, permusuhan, dan kehancuran keluarga. Jangan gengsi untuk meminta maaf jika kita melakukan kesalahan, ya!

Itulah lima hal yang bisa kita terapkan untuk menghindari toxic parenting. Ayo mulai biasakan dari sekarang demi masa depan anak yang lebih cerah! Selamat hari anak nasional!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *