Indonesia Jadi Negara dengan Risiko Penipuan Paling Tinggi di Dunia
Indonesia masuk dalam daftar negara dengan risiko penipuan tertinggi di dunia versi Global Fraud Index 2025 dengan skor 6,53 serta peringkat 111 dari 112 negara.
Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan tingkat perlindungan terhadap penipuan paling rendah di dunia sepanjang tahun 2025. Temuan tersebut terungkap dalam laporan Global Fraud Index 2025 yang dirilis oleh perusahaan verifikasi global Sumsub.
Baca juga: Wargi Garut Hati-hati! Ini Ciri Modus Penipuan Tilang Elektronik (ETLE) via WhatsApp
Global Fraud Index 2025
Melansir dari CNBC Indonesia, negara Indonesia berada di peringkat ke-111 dari 112 negara dengan skor indeks mencapai 6,53. Posisi tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat risiko penipuan tertinggi kedua setelah negara Pakistan.
Global Fraud Index 2025 mengukur ketahanan negara berdasarkan empat pilar utama yaitu aktivitas fraud, akses sumber daya, intervensi pemerintah, serta kesehatan ekonominya. Rata-rata skor global berada di angka 2,79, di mana semakin tinggi skor menunjukkan semakin besar risiko penipuannya.
Daftar Negara dan Risiko AI
Laporan tersebut juga mengamati bahwa perkembangan kecerdasan buatan atau AI mempercepat evolusi modus penipuan global. Negara yang sistem pengawasannya lemah dinilai lebih rentan terhadap kejahatan siber serta pencucian uang lintas batas, di mana daftar negara ini sudah dicantumkan sebagai berikut:
Negara dengan perlindungan terbaik terhadap fraud:
1. Luxembourg
2. Denmark
3. Finland
4. Norway
5. Belanda
Negara dengan perlindungan terendah terhadap fraud:
108. Tanzania
109. India
110. Nigeria
111. Indonesia
112. Pakistan
Baca juga: Indonesia Jadi Pusat Penipuan Lowongan Kerja Terbesar se Asia Pasifik
Jadi Warginet, masuknya Indonesia dalam daftar negara paling rentan menjadi sinyal penting bagi pembuat kebijakan dan pelaku usaha. Penguatan regulasi, literasi digital, serta pengawasan sektor keuangan dinilai perlu ditingkatkan guna menekan risiko penipuan ke depannya.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.