Beranda Indonesia Jadi Negara dengan Risiko Penipuan Paling Tinggi di Dunia
ADVERTISEMENT

Indonesia Jadi Negara dengan Risiko Penipuan Paling Tinggi di Dunia

1 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Indonesia Jadi Negara dengan Risiko Penipuan Paling Tinggi di Dunia, Source: Unsplash

Indonesia masuk dalam daftar negara dengan risiko penipuan tertinggi di dunia versi Global Fraud Index 2025 dengan skor 6,53 serta peringkat 111 dari 112 negara.

Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan tingkat perlindungan terhadap penipuan paling rendah di dunia sepanjang tahun 2025. Temuan tersebut terungkap dalam laporan Global Fraud Index 2025 yang dirilis oleh perusahaan verifikasi global Sumsub.

Baca juga: Wargi Garut Hati-hati! Ini Ciri Modus Penipuan Tilang Elektronik (ETLE) via WhatsApp

Global Fraud Index 2025

Melansir dari CNBC Indonesia, negara Indonesia berada di peringkat ke-111 dari 112 negara dengan skor indeks mencapai 6,53. Posisi tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat risiko penipuan tertinggi kedua setelah negara Pakistan.

Global Fraud Index 2025 mengukur ketahanan negara berdasarkan empat pilar utama yaitu aktivitas fraud, akses sumber daya, intervensi pemerintah, serta  kesehatan ekonominya. Rata-rata skor global berada di angka 2,79, di mana semakin tinggi skor menunjukkan semakin besar risiko penipuannya.

Daftar Negara dan Risiko AI

Laporan tersebut juga mengamati bahwa perkembangan kecerdasan buatan atau AI mempercepat evolusi modus penipuan global. Negara yang sistem pengawasannya lemah dinilai lebih rentan terhadap kejahatan siber serta pencucian uang lintas batas, di mana daftar negara ini sudah dicantumkan sebagai berikut:

Negara dengan perlindungan terbaik terhadap fraud:

1. Luxembourg

2. Denmark

3. Finland

4. Norway

5. Belanda

Negara dengan perlindungan terendah terhadap fraud:

108. Tanzania

109. India

110. Nigeria

111. Indonesia

112. Pakistan

Baca juga: Indonesia Jadi Pusat Penipuan Lowongan Kerja Terbesar se Asia Pasifik

Jadi Warginet, masuknya Indonesia dalam daftar negara paling rentan menjadi sinyal penting bagi pembuat kebijakan dan pelaku usaha. Penguatan regulasi, literasi digital, serta pengawasan sektor keuangan dinilai perlu ditingkatkan guna menekan risiko penipuan ke depannya.

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.