Kenapa Orang Bisa Lebih Dermawan Selama Ramadan? Ini Penjelasannya
Perilaku dermawan saat Ramadan bukan hanya soal pahala, tetapi juga terbukti secara ilmiah mampu menurunkan stres dan meningkatkan kebahagiaan.
Dermawan menjadi sifat yang semakin tampak saat Ramadan ketika banyak orang berbagi takjil, berdonasi, hingga membantu sesama manusia. Terdapat sejumlah alasan ilmiah yang menjelaskan mengapa seseorang menjadi lebih dermawan selama bulan Ramadan, yang antara lain dapat disimak di bawah ini:
Baca juga: Kenapa Disebut Ramadan? Ini Penjelasan dan Maknanya
Kurangi Stres
Sikap dermawan berhubungan dengan aktivitas amigdala di otak yang berkaitan dengan stres dan kecemasan. Penelitian menunjukkan bahwa ketika seseorang memberi, aktivitas tersebut menurun sehingga membantu meredakan tekanan psikologis.
Tingkatkan Bahagia
Penelitian University of Zurich mengungkapkan bahwa orang yang membelanjakan uang untuk orang lain merasa lebih bahagia. Hasil pemindaian MRI menunjukkan perilaku dermawan berkaitan dengan pusat kebahagiaan hingga pengambilan keputusan sosial.
Nominal Tak Tentukan Bahagia
Menjadi dermawan tidak selalu diukur pada jumlah yang diberikannya, melainkan dari keikhlasan berbagi. Studi yang dipublikasikan di laman Time menyebut bahwa pemberian yang kecil maupun besar tetap memunculkan rasa puas dan bahagia.
Baik untuk Kesehatan
Penelitian dari University of California menemukan lansia yang aktif dalam kegiatan sukarela memiliki tingkat kematian lebih rendah. Sikap dermawan juga dihubungkan dengan tekanan darah yang lebih stabil dibandingkan mereka yang jarang membantu orang lain.
Perkuat Hubungan
Memberi tidak hanya bernilai pahala, tetapi juga dapat mempererat hubungan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Laman University of California, Berkeley menjelaskan bahwa sikap dermawan dapat meningkatkan kepercayaan dan memperkuat ikatan sosial.
Picu Oksitosin
Sikap dermawan dapat mendatangkan hormon oksitosin yang berhubungan dengan empati dan kedekatan emosional. Studi dari Claremont Graduate University menyebut hormon ini membuat seseorang lebih mudah merasa hangat dan bahagia.
Ramadan Momentum Dermawan
Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk menumbuhkan sifat dermawan karena pahalanya dilipatgandakan. Selain memiliki nilai spiritual, perilaku dermawan juga membawa manfaat psikologis serta sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Peristiwa Penting Saat Ramadan Dalam Sejarah Islam (Part 1)
Nah Warginet, menjadi pribadi yang dermawan saat Ramadan bukan hanya perihal pahala, melainkan juga tentang kesehatan dan kebahagiaan diri sendiri. Jadi Warginet, mari manfaatkan bulan ini untuk terus berbagi kepada sesama manusia meski dalam hal sederhana.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.