Kesenian Rengkong Tanda Panen telah Tiba


Kesenian tradisional rengkong adalah sebuah seni yang lahir di kalangan petani dalam kebiasaan masyarakat daerah Pameungpeuk, Garut. Jadi kesenian ini dilakukan ketika masa panen datang. 

Kesenian ini dilakukan itu karena dahulu memang kegiatan membawa hasil panen dari ladang atau sawah ke tempat penyimpanan itu hanya menggunakan "Rancatan". Rancatan adalah sebuah pikulan yang berarti membawa hasil taninya ini dengan dipikul. Membawa hasil tani dengan Rancatan ini dilakukan karena dahulu belum ada kendaraan modern seperti sekarang. 

Nah, jadi ketika para petani memikul rancatan yang berisikan hasil tani dan kebun, ada suara yang dihasilkan dari gesekan bambu. Suara dari gesekan ini terdengar unik karena suara tersebut keluar seiring dengan langkah kaki, selain itu yang membawa rancatan ini tidak hanya satu orang dalam sekali panen. Jadi suara yang dihasilkan itu banyak dan teratur. 

Kemudian para petani ini terkadang sambil "ngahariring" atau bernyanyi sesuai dengan nada yang dihasilkan dsri gesekan bambu tersebut. Hingga kemudian entah kapan dan siapa yang memulainya, Rengkong atau Rancatan ini menjadi sebuah kesenian yang dilakukan setiap masa panen. 

Tetapi sekarang, kesenian ini biasa ditampilkan ketika ada acara besar, seperti hari jadi Kabupaten Garut.

 

Data dan foto: Sipaku Disparbud garutkab


0 Komentar :

    Belum ada komentar.