Lasminingrat: Pahlawan Perempuan dari Garut yang Melawawan Perjodohan Melaui Sastra


Ada satu nama pejuang perempuan dari Garut yang cukup vokal dalam menyuarakan hak-hak perempuan baik secara langsung atau pun menggunakan karya sastra. Raden Ayu Lasminingrat namanya, atau biasa dikenal sebagai Lasminingrat.

Lasminingrat tak pernah membayangkan namanya akan besar dan menjadi buah bibir forum seminar akademis, tetapi pemikirannya dibedah oleh manusia di era 21. Ia gemar menulis dan mencatat, bukan karena sudah pintar, tetapi karena tidak mengetahui banyak hal. Ia menulis karena takut lupa. 

Berkat kesenangannya dalam menulis, Lasminingrat melahirkan berbagai karya. Dalam karya-karyanya, Lasminingrat menyuguhkan kisah yang begitu kompleks, ambisi kekuasaan, keberanian, tekad, percintaan, dan perjodohan. Karya-karya saduran Lasminingrat sangat terkenal.

Salah satunya adalah pada cerita Tjarita Oraj Bodas (Cerita Ular Putih) mengisahkan putri raja yang enggan menikah dan menolak lamaran para pangeran. Perlakuannya itu bukan karena tidak sayang kepada orang tuanya, sang Putri berpikir lebih jauh. Ia memikirkan jika menikah dengan orang yang tidak dicintai, kelak akibatnya akan ditanggung olehnya sendiri. Cerita tersebut menjadi pengingat untuk perempuan bahwa perempuan harus memahami tentang konsekuensi dari perjodohan. 

Selain itu, sang Putri juga mempertimbangkan apakah ia dihargai karena masih memiliki orang tua, tetapi ketika sudah tua nanti, apakah sang putri masih akan dihormati?  Bagi Sang Putri, sudah seharusnya memilih pasangan yang bukan hanya sayang pada dirinya tetapi juga kepada kedua orang tuanya. 

Lasminingrat menyadari kehormatawan dan status istimewa yang ia miliki. Ia seorang anak ulama besar di Limbangan. Ia merupakan kalangan bangsawan. Dengan keistimewaan yang ia miliki itu, Lasminingrat memanfaatkannya dengan baik. Ia menanamkan pemahaman kepada para perempuan untuk bisa membela dirinya dan membela tubuhnya. Lasminingrat juga ingin perempuan bersikap adil dan saling mendukung bukan malah saling menjatuhkan. 

 

sumber materi : Rena A. Asyari/jurnalperempuan.org

sumber foto : ui.ac.id


0 Komentar :

    Belum ada komentar.