ADVERTISEMENT
Beranda Lirik Lagu Panon Hideung, Lagu Bahasa Sunda yang Digubah dari Lagu Rusia
ADVERTISEMENT

Lirik Lagu Panon Hideung, Lagu Bahasa Sunda yang Digubah dari Lagu Rusia

5 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Foto oleh César Guillotel | Pexels

Lagu daerah di Indonesia memiliki keragaman dari segi lirik serta bahasanya. Lagu-lagu tersebut dapat berupa kisah cinta, humoris, keluarga, hingga tentang keindahan alam yang terpatri dalam lirik. Misalnya saja lagu Panon Hideung. 

Tahukah kamu, lagu Panon Hideung merupakan salah satu ciptaan Ismail Marzuki, pencipta lagu yang dikenal dengan lagu-lagunya seperti “Rayuan Pulau Kelapa”, Ibu Pertiwi, dan Halo-Halo Bandung. Lagu yang dipopulerkan melalui musisi MD Mus pada tahun 1940-an tersebut telah mengakar menjadi bagian seni dan budaya Bandung.

Lagunya yang asyik dan berima ternyata memiliki makna dan sejarah yang unik. Intip lirik lagu Panon Hideung hingga sekilas sejarah di balik penciptaannya, yuk!

Lirik Lengkap Lagu 'Panon Hideung' dan Terjemahannya

 

Panon hideung pipi koneng

(Mata hitam pipi kuning)

Irung mancung Putri Bandung

(Hidung mancung putri Bandung)

Putri saha di mana bumina?

(Anak siapa di mana rumahnya?)

Abbi reseup kaanjeunna

(Aku suka padanya)

 

Siang-wengi kaimpi-impi

(Siang-malam terimpi-impi)

Hate abdi sararedih

(Hatiku merasa sedih)

Teuemut dahar

(Lupa makan)

Teuemut nginum

(Lupa minum)

Emut kanu geulis

(Ingat pada si cantik)

Panon Hideung

(Mata hitam)

 

Makna dan Filosofi di Balik Lagu 'Panon Hideung'

Lagu Panon Hideung memiliki makna dan diksinya yang ciamik. Lirik ini menggambarkan seorang pria yang terkagum-kagum dengan sosok perempuan  bermata hitam dan pipi merah. Kecantikannya membuat sang pria jatuh cinta.

Selain makna liriknya yang indah, lagu Panon Hideung memiliki padanan kata dan diksi yang menunjukkan nilai kesopanan dan estetika yang tinggi. 

Sejarah Unik Lagu 'Panon Hideung': Dari Rusia ke Pasundan

Lagu Panon Hideungmemiliki sejarah yang unik. Sebab melodi lagu ini menggunakan lagu Rusia berjudul "Ochi Chernye" atau Dark Eyes.

Mengutip dari buku Dalam Bayangan Bendera Merah oleh Anton Kurnia, Ismail Marzuki mengadaptasi lagu tersebut dengan bantuan seorang seniman asal Rusia yang tinggal di Bandung bernama Zarkov. Lagu Panon Hideung dipersembahkan untuk Eulis Andjung (Eulis Zuraidah), penyanyi keroncong sekaligus pemimpin orkes Hea An asal Bandung.

Berkat kepiawaiannya menulis lirik lagu berima dan memiliki makna mendalam, Ismail Marzuki berhasil mengadaptasi lirik “Ochi Chernye” ke dalam bahasa Sunda. Pada tahun 1941, Ismail menikahi Eulis yang telah memikat hatinya.

Lagu ini menjadi populer dari tahun ke tahun, hingga menjadikan lagu Panon Hideung sebagai lagu tradisional dari Pasundan.

Pada bulan September tahun 2007 silam, Presiden Rusia, Vladimir Putin yang tengah berkunjung ke Indonesia berkesempatan mendengar lagu Panon Hideung karya Ismail Marzuki. Reaksi Presiden Putin saat itu merasa heran bagaimana lagu Rusia itu digubah menjadi lagu berbahasa Sunda.

Sampai saat ini, lagu Panon Hideung masih populer dikalangan masyarakat khususnya di Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.

ADVERTISEMENT