ADVERTISEMENT
Beranda Lukisan Gua di Sulawesi Perkuat Jejak Migrasi Manusia Modern
ADVERTISEMENT

Lukisan Gua di Sulawesi Perkuat Jejak Migrasi Manusia Modern

2 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Lukisan Gua di Sulawesi Perkuat Jejak Migrasi Manusia Modern, Source: Unsplash

Temuan lukisan gua di Sulawesi memperkuat bukti jalur migrasi manusia modern dan menempatkan Indonesia sebagai pusat awal seni simbolik dunia.

Temuan lukisan gua di Sulawesi kembali membuktikan posisi Indonesia dalam sejarah migrasi manusia modern setelah cap tangan berusia 67.800 tahun ditemukan di Liang Metanduno, Pulau Muna. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional Nature.

Baca juga: Sejarah Jawa Barat dari Masa Kerajaan hingga Menjadi Provinsi Indonesia

Pusat Migrasi Awal

Temuan lukisan gua di Sulawesi memperlihatkan bahwa kawasan Wallacea bukan hanya menjadi jalur transit menuju Australia. Peneliti BRIN menyebut wilayah ini sebagai ruang hidup utama manusia modern awal yang telah menyeberangi laut sejak puluhan ribu tahun yang lalu.

Adhi Agus Oktaviana menerangkan bahwa usia minimum seni cadas ini lebih tua dibandingkan dengan temuan di Maros-Pangkep dan Spanyol. Analisis menunjukkan umur 71,6 ribu tahun, memperkuat bukti migrasi manusia modern sejak hampir 70.000 tahun lalu.

Jejak Menuju Australia

Penelitian ini juga memperkuat teori bahwa leluhur masyarakat Aborigin Australia berasal dari Asia Tenggara. Jalur migrasi melalui Sulawesi dinilai paling memungkinkan karena kondisi permukaan lautnya yang lebih rendah pada masa zaman es.

Peneliti Griffith University, Maxime Aubert, menilai bahwa Sulawesi sebagai pusat budaya artistik tertua dan berkesinambungan di dunia. Temuan lukisan gua di Sulawesi ini disebut sebagai tonggak penting dalam studi evolusi budaya manusia modern.

Baca juga: Menelusuri Jejak Awal Kedatangan Penduduk di Jawa Barat

Bagi Warginet, temuan lukisan gua di Sulawesi membuka bab baru terkait perjalanan manusia di masa lalu. Saat ini, Indonesia  diakui sebagai salah satu kunci penting dalam memahami asal usul migrasi serta kemampuan simbolik manusia modern.

ADVERTISEMENT

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.

ADVERTISEMENT