ADVERTISEMENT
Beranda Tidur Setelah Sahur, Bolehkah atau Berisiko bagi Kesehatan
ADVERTISEMENT

Tidur Setelah Sahur, Bolehkah atau Berisiko bagi Kesehatan

1 jam yang lalu - waktu baca 3 menit
Tidur Setelah Sahur, Bolehkah atau Berisiko bagi Kesehatan, Source: Freepik

Tidur setelah sahur dapat memengaruhi pencernaan, kualitas istirahat, hingga risiko asam lambung jika dilakukan tanpa jeda waktu.

Perubahan pola makan dan waktu istirahat selama bulan Ramadan membuat kebiasaan tidur setelah sahur sering dilakukan banyak orang. Padahal, mengetahui dampak tidur setelah sahur penting agar kesehatan tetap terjaga selama menunaikan ibadah puasa.

Baca juga: Hindari Konsumsi Menu Sahur ini Jika Tak Ingin Cepat Haus dan Lapar

Efek Tidur Setelah Sahur

Tidur setelah sahur dapat memengaruhi proses pencernaan karena tubuh langsung berada dalam posisi berbaring setelah makan. Jika dilakukan secara terus-menerus tanpa jeda, kebiasaan tidur setelah sahur ini berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan yang di antaranya sebagai berikut.

1. Gangguan pencernaan

Tidur setelah sahur dapat memperlambat proses pencernaan sehingga perut terasa penuh, kembung, atau begah. Posisi berbaring membuat makanan lebih lama berada di lambung sebelum tercerna dengan sempurna.

2. Risiko refluks asam lambung

Saat tubuh berbaring, katup antara lambung dan kerongkongan cenderung lebih lemas sehingga asam lambung mudah naik. Kondisi tersebut dapat memperburuk gejala gastroesophageal reflux disease (GERD) seperti rasa panas dan pahit di mulut.

3. Kualitas tidur menurun

Tidur setelah sahur dalam kondisi perut penuh membuat sistem pencernaan dalam tubuh tetap aktif bekerja. Akhirnya tidur terasa kurang nyenyak serta tubuh masih lelah saat bangun.

4. Tubuh kurang bertenaga

Penyerapan nutrisi yang tidak optimal karena langsung tidur setelah sahur membuat energi tidak tersalurkan secara maksimal. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan tubuh mudah lemas serta sulit fokus sepanjang hari.

5. Berat badan berpotensi naik

Kebiasaan tidur setelah sahur tanpa aktivitas dapat membuat kalori lebih mudah menumpuk sebagai lemak. Jika berlangsung dengan terus-menerus, risiko kenaikan berat badan selama bulan Ramadan bisa meningkat.

Bolehkah Tidur Setelah Sahur?

Dilansir dari alodokter.com, tidur setelah sahur sebenarnya boleh saja dilakukan, tetapi tidak dianjurkan jika langsung setelah makan. Tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan dengan optimal sebelum benar-benar beristirahat.

Memberikan jeda waktu antara sahur dan tidur dapat membantu meminimalkan risiko gangguan pencernaan serta naiknya asam lambung. Dengan cara ini, kualitas tidur tetap terjaga serta tubuh lebih siap menunaikan ibadah puasa.

Tips Agar Tetap Sehat

Agar tidak langsung tidur setelah sahur, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap prima. Beberapa tips berikut dapat membantu mengurangi risiko gangguan akibat tidur setelah sahur.

  • Pilih makanan sahur yang ringan dan mudah untuk dicerna seperti kombinasi protein dan serat.

  • Cukupi kebutuhan cairan agar tubuh tidak mudah mengantuk serta terhindar dari gangguan pencernaan.

  • Beri jeda waktu sekitar 1–2 jam sebelum kembali tidur setelah sahur.

  • Lakukan aktivitas ringan seperti berjalan santai atau membaca agar kantuk berkurang.

  • Hindari konsumsi kafein secara berlebihan saat sahur.

Baca juga: Tidak Sahur Apakah Boleh Puasa? Begini Penjelasan Hukumnya

Nah Warginet, kebiasaan tidur setelah sahur memang boleh dilakukan dengan catatan tidak langsung setelah makan. Sebaiknya berikan jeda waktu yang cukup agar tidur setelah sahur tidak mengganggu pencernaan dan kesehatan selama Ramadan.

ADVERTISEMENT

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.