Beranda Maarten Paes dan Ambisi Besarnya di Ajax Amsterdam
ADVERTISEMENT

Maarten Paes dan Ambisi Besarnya di Ajax Amsterdam

8 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Maarten Paes dan Ambisi Besarnya di Ajax Amsterdam, Source: Instagram @maartenpaes

Maarten Paes memulai babak baru di Ajax Amsterdam dengan target menjadi pemimpin tim setelah debutnya yang diwarnai tujuh penyelamatan penting.

Maarten Paes resmi direkrut Ajax Amsterdam pada hari terakhir bursa transfer paruh musim dengan nilai 1,25 juta euro dari FC Dallas. Kehadirannya menggantikan posisi dari Remko Pasveer yang pindah ke Heracles Almelo dan langsung menjadi perhatian publik sepak bola Belanda.

Baca juga: Fabrizio Romano Bocorkan Transfer Maarten Paes ke Ajax

Debut Paes di Ajax

Setelah menunggu sekitar tiga pekan, Maarten Paes akhirnya melakoni debut bersama Ajax Amsterdam saat melawan NEC Nijmegen. Laga tersebut terasa spesial karena NEC merupakan klub yang menjadi bagian awal perjalanan kariernya di liga Belanda.

Dalam pertandingan tersebut, Maarten Paes tampil cukup solid dengan mencatatkan tujuh penyelamatan krusial meski laga berakhir imbang dengan skor 1-1. Melansir dari De Telegraaf, ia mengakui melakukan kesalahan kecil dalam kontrol bola yang membuat Ajax Amsterdam gagal meraih kemenangan penuh.

Ambisi Jadi Pemimpin

Tak hanya ingin mengamankan posisi utamanya di bawah mistar gawang, Maarten Paes juga memiliki ambisi yang lebih besar di Ajax Amsterdam. Ia menargetkan perannya sebagai pemimpin tim dengan bekal pengalaman kepemimpinan yang didapat saat membela FC Dallas.

Maarten Paes menyebutkan bahwa sejak hari pertama bergabung ia aktif menunjukkan kehadirannya dalam rapat, latihan, hingga pertandingan. Ia merasa pengalaman pernah menjadi kapten di FC Dallas sebagai modal penting, namun ia menegaskan bahwa rasa hormat dari rekan setim tetap harus diraih terlebih dahulu.

Baca juga: FIFA Series 2026 Jadi Tantangan Awal John Herdman di Timnas Indonesia

Jadi Warginet, langkah Maarten Paes di Ajax Amsterdam bukan sekadar perpindahan klub, melainkan juga sebagai upaya dalam membangun peran lebih besar di ruang ganti. Jika konsisten meningkatkan performanya dan meraih kepercayaan tim, ambisinya menjadi pemimpin bukan hal yang mustahil.

ADVERTISEMENT

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.