Media Sosial, Udah Kayak Bayi Gak Bisa ditinggal!

Media Sosial, Udah Kayak Bayi Gak Bisa ditinggal!

Pandemi COVID-19 seakan mengisolasi kita dari riuhnya kehidupan luar. Namun dengan adanya media sosial, kita dapat menjangkau segala hal dari satu tempat. Aktivitas ini menjadi hal yang sudah biasa, duduk lama bahkan sampai pada tahap ‘rebahan’ pun jari tetap beradu dengan layar.

Setiap hari mulai dari pagi bangun tidur sampai menjelang malam hari untuk tidur, semua orang memegang ponsel. Mencoba menyajikan informasi baik tentang pribadi atau sebuah berita secara terus menerus agar terlihat tetap up-to-date. Fenomena ini dapat disebut Fear of Missing Out (FoMO) di media sosial.

Melansir dari halodoc.com, Fear of Missing Out (FOMO) adalah perasaan cemas generasi muda akibat penggunaan media sosial. Individu merasa cemas, tidak nyaman, dan risau jika mereka tertinggal sedikit informasi yang sedang ramai di media sosial. Menurut Department of Psychology, School of Social Sciences, Nottingham Trent University, Inggris menyebutkan bahwa akibat dari FoMO seseorang dapat berlaku di luar batas kewarasan di media sosial hanya untuk terlihat up-to-date.

Fenomena FoMo ini sudah ada sejak berabad –abad lalu yang merupakan sebuah perasaan atau persepsi bahwa orang lain lebih senang dalam menjalani kehidupan serta mendapatkan pengalaman lebih baik daripada diri sendiri. Sehingga menyebabkan rasa iri dan mempengaruhi kepercayaan diri lalu melibatkan perasaan kehilangan akan sesuatu yang merasa penting. Gangguan FoMO sering menjadi buruk dengan hadirnya internet.

Teknologi ini secara cepat memberikan, mereka-ulang dan membagikan informasi oleh siapapun. Mengunggah semua momen terlebih momen yang menyenangkan. Terkadang hal tersebut menjadi dampak buruk dan membandingkannya dengan diri sendiri yang mempunyai kehidupan biasa.

Kita menjadi berlomba-lomba agar selalu aktif sehingga menjadi candu layaknya kafein secara tidak sadar ingin terus melihat kehidupan orang lain. Sampai ada beberapa orang yang malah menarik diri dari media sosial karena rasa cemas, khawatir dan stress dengan deactive account atau uninstal aplikasi.

Apakah wargi Garut sedang mengalami fenomena tersebut? Kira-kira cara mengatasinya bagaimana?


Baca lainnya

0 Komentar :

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.