ADVERTISEMENT
Beranda Mengapa Imsak Hanya Ada di Indonesia? Begini Sejarahnya!
ADVERTISEMENT

Mengapa Imsak Hanya Ada di Indonesia? Begini Sejarahnya!

3 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Mengapa Imsak Hanya Ada di Indonesia? Begini Sejarahnya! (Ilustrasi: Canva)

Infogarut.id – Selama bulan Ramadan, kita pasti sudah tidak asing lagi dengan suara sirine atau seruan "Imsaaak... Imsaaak..." dari pengeras suara masjid di sekitar rumah. Di jadwal imsakiyah yang menempel di dinding dapur pun, kolom imsak selalu ada sebelum kolom Subuh.

Namun, tahukah Wargi Garut? Ternyata tradisi waktu imsak ini tidak ditemukan secara formal di negara-negara lain, termasuk di negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi. Di sana, batas berhenti makan sahur langsung merujuk pada kumandang azan Subuh.

Baca Juga: Daftar Merek Kurma Israel yang Jadi Sorotan Selama Ramadan 2026

Lantas, kenapa di Indonesia ada imsak? Dan dari mana asalnya? Yuk, simak ulasannya!

Bukan Batas Berhentinya Puasa

Banyak yang salah kaprah menganggap imsak adalah tanda dimulainya puasa. Padahal, secara syariat, batas akhir makan sahur adalah saat terbit fajar shadiq yang ditandai dengan azan Subuh.

Mengutip dari CNBC Indonesia, imsak di Indonesia sebenarnya berfungsi sebagai alarm atau pengingat agar kita lebih berhati-hati (ikhtiyat). Dengan adanya jeda imsak, kita punya waktu sekitar 10 menit untuk menyudahi makan, minum, dan membersihkan sisa makanan di mulut sebelum azan Subuh berkumandang.

Asal-Usul Waktu 10 Menit

Penetapan waktu imsak selama 10 menit sebelum Subuh ini bukan tanpa alasan. Para ulama di Indonesia merujuk pada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik.

Dalam hadis tersebut, diceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW dan Zaid bin Tsabit pernah makan sahur bersama. Setelah selesai sahur, Nabi bangkit untuk melaksanakan shalat.

Saat ditanya seberapa jarak waktu antara selesai sahur dan shalat (Subuh), Anas menjawab: "Kira-kira waktu seseorang membaca lima puluh ayat." (HR. Bukhari).

Ulama di Indonesia kemudian mengonversi waktu membaca 50 ayat Al-Qur'an tersebut menjadi durasi sekitar 10 menit. Inilah yang kemudian dirumuskan menjadi jadwal imsak yang kita gunakan sampai sekarang.

Baca Juga: Alasan Mudah Ngantuk saat Puasa, Ternyata Bukan Karena Nasi

Tradisi Unik yang Menjaga Kehati-hatian

Meskipun hanya populer di Indonesia (dan sebagian kecil negara Asia Tenggara), keberadaan waktu imsak sangat membantu masyarakat agar tidak "kebablasan" saat makan sahur. Bayangkan kalau tidak ada imsak, mungkin banyak dari kita yang masih asyik mengunyah saat azan Subuh tiba-tiba terdengar.

Jadi, buat Wargi Garut yang sedang menjalankan ibadah puasa, jadikan waktu imsak sebagai pengingat untuk segera bersiap. Tapi ingat ya, kalau sirine imsak sudah bunyi dan kamu masih memegang gelas air minum, secara hukum kamu masih boleh meminumnya sampai azan Subuh berkumandang.

Semoga ibadah puasa kita tahun ini lancar dan penuh berkah ya, Wargi!

 

ADVERTISEMENT

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.