Misteri Keangkeran Leuweung Sancang, Tempat Hilangnya Prabu Siliwangi


Leuweung Sancang merupakan salah satu hutan yang berada di wilayah Kabupaten Garut, tepatny di Desa Sancang, Kecamatan Cibalong. Dari kota Pameungpeuk melalui jalur lintas selatan sepanjang perkebunan karet Miramare, berjarak sektiar 36 kilometer ke arah timur. Luasnya sekitar 2.175 hektar.

Leuweung Sancang memiliki keindahan dan potensi sumber daya alam yang menakjubkan. Dengan segala potensinya, Leuweung Sancang ditetapkan sebagai kawasan konservasi oleh pemerintah pada 1959, berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 116/Um/59.

Leuweung Sancang menyimpan misteri. Tempat tersebut dipercayai sebagai tempat menghilangnya Prabu Siliwangi, Maha Raja Pajajaran. Legenda menyebutkan Leuweung Sancang sebagai tempat pelarian Prabu Siliwangi yang dikejar oleh putranya, Prabu Kian Santang untuk memeluk agama Islam. 

Di hutan tersebut terdapat satu pohon yang menjadi ikon dari Leuweung Sancang, yaitu pohon Kaboa. Pohon Kaboa merupakan sejenis kayu langka yang hanya ada di daerah Leuweung Sancang dengan perkebunan Karet Mira Mare Desa Maroko. Berdasarkan kepercayaan setempat, Kaboa berasal dari tulisan Prabu Siliwangi sebelum menghilang. Sebelum menghilang, Prabu Siliwangi menoreh kalimat pada sebuah pohon, yaitu kaboa panggih, kaboa moal. 

Di Leuweung Sancang terdapat harimau putih yang konon dipercaya sebagai jelmaan Prabu Siliwangi. Harimau putih tersebut yang menjaga kelestarian Leuweung Sancang. Ada saksi yang menyebutkan bahwa ia mendengar suara harimau ketika berada di kawasan Leuweung Sancang.

Legenda tersebut dipercaya oleh masyarakat Garut dan membuat nama Leuweung Sancang dianggap mengerikan hingga saat ini. 


0 Komentar :

    Belum ada komentar.