Puasa Ajarkan Hemat, Tapi Perilaku Konsumtif Bikin Pengeluaran Naik
Perilaku konsumtif saat Ramadan membuat pengeluaran rumah tangga meningkat. Fenomena ini dipicu oleh belanja takjil, promo diskon, buka bersama, hingga THR.
Perilaku konsumtif menjadi fenomena tahunan yang membuat pengeluaran rumah tangga justru meningkat selama bulan suci Ramadan. Lonjakan belanja terjadi karena faktor sosial, promosi besar-besaran, hingga tradisi yang terus berulang setiap tahunnya.
Baca juga: Pakar Keuangan Ingatkan Risiko Menimbun Uang di Rekening
Penyebab Perilaku Konsumtif
Perilaku konsumtif saat Ramadan muncul karena adanya dorongan emosional, budaya, hingga strategi pemasaran yang agresif. Meski Ramadan identik dengan menahan diri, praktik ekonomi di lapangan memperlihatkan bahwa aktivitas belanja justru meningkat dengan signifikan.
Mengutip dari Kumparan, berikut beberapa faktor yang memicu perilaku konsumtif saat Ramadan:
-
Lonjakan belanja takjil dan makanan: Rasa lapar mendorong pembelian berlebihan tanpa perencanaan matang.
-
Promo dan diskon Ramadan: Strategi pemasaran memanfaatkan momentum religius untuk meningkatkan transaksi.
-
Tradisi buka bersama: Agenda silaturahmi berulang kali menambah beban anggaran bulanan.
-
THR dianggap dana tambahan: Persepsi uang ekstra membuat belanja lebih longgar.
-
Pengaruh media sosial: Konten hampers, outfit, dan dekorasi memicu perbandingan sosial.
Baca juga: Mengenal Loud Budgeting, Gaya Baru Gen Z Atur Keuangan
Nah Warginet, perilaku konsumtif selama Ramadan masih bisa dikendalikan jika kita lebih sadar dalam mengambil keputusan finansial. Ramadan bukan tentang seberapa banyak belanja, tetapi tentang bagaimana kemampuan dalam menahan diri termasuk dalam urusan pengeluaran.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.