Ratusan Sapi di Garut Terjangkit PMK, 5 Mati dan 8 Ekor Dipotong Paksa

Ratusan Sapi di Garut Terjangkit PMK, 5 Mati dan 8 Ekor Dipotong Paksa
Sebanyak 381 sapi di Kabupaten Garut terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) yang penyebarannya terjadi sejak hari raya Idul Fitri.

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menyampaikan, sejumlah sapi yang dinyatakan positif terinfeksi PMK tersebar di 9 kecamatan di Kabupaten Garut.

Dari 381 sapi yang terjangkit PMK, lima di antaranya mati karena terinfeksi dan delapan ekor mati karena harus dipotong paksa

Jumlah sapi yang terjangkit PMK, kata dia, kemungkinan bisa terus bertambah. Maka dari itu, pihaknya akan segera bertindak untuk mencegah penyebaran supaya tidak meluas.

"Ada juga delapan sapi yang dipotong paksa. Populasi sapi di Garut itu ada 17 ribu. Makanya harus cepat dicegah apalagi mendekati hari raya Idul Adha," ujar Helmi saat meninjau peternakan sapi di Desa Kandangmukti, Kecamatan Leles, Kamis, (12/5/2022).

Untuk mengantisipasi penyebaran infeksi PMK ini, ia meminta Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Garut agar segera mencairkan Biaya Tak Terduga (BTT) untuk memberikan disinfektan kepada seluruh peternak sapi. 

Ia menambahkan, dari adanya kejadian ini pemerintah daerah akan melakukan penyekatan dan pemeriksaan bagi hewan ternak yang datang ke wilayahnya.

"(untuk penyekatan) ada, dari Jawa misalnya harus diperiksa, nanti kan harus bawa surat keterangan sehat (atau) surat keterangan kesehatan hewan, jadi kalau bawa itu karena itu dikeluarkan oleh pemerintah setempat atau dari dokter (hewan) setempat itu bisa jalan, tapi kalau tidak ini tidak boleh." ujarnya.

Wabup mengimbau untuk pemotongan hewan yang sakit agar dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH), supaya mendapatkan pengawasan secara langsung oleh dokter hewan, dan diketahui bagian mana saja yang boleh dikonsumsi oleh masyarakat.

"Jadi kaya (bagian) mulut kan, kaya kepala nggak bisa dikonsumsi, kaki (juga sama), makannya (pemotongan hewannya) harus di RPH, dagingnya (tetap) diperiksa, kalau dagingnya masih bersih (atau) tidak ada masalah bisa dikonsumsi oleh masyarakat," imbuhnya.
Tags:

Komentar

Belum Ada Komentar
Anda belum dapat berkomentar. Harap Login terlebih dahulu