SBY: Sangat Mungkin Perang Dunia ke-3 Terjadi dengan Korban Capai 5 Milyar
Melalui postingan di X, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku cemas akan terjadinya perang dunia ke-3, setelah mengamati dinamika global dalam beberapa tahun terakhir.
Kabar pecahnya perang dunia ketiga tengah ramai diperbincangkan di berbagai kalangan. Termasuk presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan rasa khawatirkan pada salah sautu postingan di X.
Isi postingan tersebut lewat akun X-nya, @SBYudhoyono yang mulanya menyinggung pengalamannya dalam mendalami geopolitik dunia puluhan dekade ini.
“Tiga tahun ini, saya mengikuti perkembangan dunia. Terlebih dinamika global bulan-bulan terakhir ini,” tulis SBY, dikutip dalam keterangan postingan X.
Sebagai seseorang yang puluhan tahun memperhatikan dan mendalami geopolitik, perdamaian dan keamanan internasional, serta sejarah peperangan dari abad ke abad, SBY khawatir dengan kondisi yang saat ini terjadi.
Baca juga: Indonesia Masuk Tiga Besar Batas Maritim Terluas di Asia Pasifik
"Terus terang saya khawatir. Cemas dan khawatir kalau sesuatu yang buruk akan terjadi. Cemas kalau dunia mengalami prahara besar. Apalagi kalau prahara besar itu adalah Perang Dunia Ketiga," ujarnya.
Dia menyebut pola yang terjadi belakangan sama seperti yang pernah terjadi pada Perang Dunia I (1914-1918) dan Perang Dunia II (1939-1945). Menurut SBY, kemungkinan terjadinya Perang Dunia Ketiga sangat nyata, meskipun ia masih meyakini bahwa bencana global tersebut sebenarnya dapat dicegah. Namun, ruang dan waktu untuk mencegahnya semakin sempit dari hari ke hari.
Selain itu, ia menyebutan kemungkinan terjadinya perang dunia ketiga ini memiliki ciri atau kesamaan seperti munculnya pemimimpin kuat yang haus perang, terbentuknya persekutuan negara yang saling berhadapan, pembangunan kekuatan militer besar-besaran termasuk penyiapan ekonomi dan mesin perangnya, serta geopolitik yang benar-benar panas.
Ia menambahkan jika tanda terjadinya perang besar ini sudah terlihat jauh sebelumnya. Namun, kesadaran dalam membenahi dunia dan bangsa ini tidak dilakukans secara serius.
“Banyak studi yang mengatakan bahwa jika terjadi perang dunia, perang total dan perang nuklir, maka kehancuran dunia tak bisa dihindari. Korban jiwa bisa mencapai lebih dari 5 milyar manusia. Tidak ada peradaban yang tersisa dan musnahnya harapan manusia,” jelasnya.
Baca juga: Update Februari 2026, Ini Daftar Negara Bebas Visa Bagi WNI
Doa saja tidaklah cukup. Menurutnya, upaya penyelamatan dunia harus disertai tindakan nyata dari manusia dan bangsa-bangsa di seluruh dunia.masih ada peluang dan cara untuk mencegah kehancuran global. Ia mengajak semua pihak untuk tidak diam dan mulai berbicara serta bertindak.
SBY mengusulkan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil inisiatif dengan mengundang para pemimpin dunia dalam sidang darurat Majelis Umum PBB (Emergency UN General Assembly). Diharapkan membahas langkah-langkah nyata untuk mencegah krisis global, termasuk kemungkinan perang dunia baru.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.