Mengenal Iket Sunda: Makna, Jenis hingga Cara Memakainya
Iket Sunda merupakan kain tradisional yang digunakan sebagai penutup kepala masyarakat Sunda. Apa saja jenisnya, dan bagaimana memakainya, berikut penjelasannya.
Lebih dari sekadar aksesori, iket memiliki makna filosofis yang mencerminkan kebijaksanaan dan kepribadian pemakainya. Dulu, iket dipakai oleh kaum pria, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam upacara adat. Kini, iket Sunda kembali populer sebagai bagian dari tren fashion bernuansa budaya.
Seperti tokoh Kabayan yang terkenal selalu menggunakan kain penutup kepala khas Sunda, bernama Totopang. Totopong atau nama lain dari Iket, merupakan tutup kepala khas Sunda yang mirip dengan blangkon di Jawa atau Udeng di Bali.
Zaman dulu iket berfungsi mencerminkan kelas dalam masyarakat, hingga tampak jelas perbedaan kedudukan seseorang (pria) dalam kehidupan sehari-hari. Bentuknya yang beragam diciptakan sebagai simbol yang berkaitan dengan keagamaan, upacara adat, dan status sosial tokoh-tokoh masyarakat yang dianggap mempunyai peranan dalam suatu kelembagaan.
Baca juga: 6 Tradisi Unik di Jawa Barat dalam Sambut Bulan Ramadhan
Jenis-jenis Iket Sunda
1. Barangbang Semplak: Sering digunakan para jawara, melambangkan ketegasan.
2. Julang Ngapak: Berbentuk seperti burung terbang, umum dipakai orang tua atau dalam acara adat (lengser).
3. Parekos Jengkol: Berbentuk segitiga terbalik, melambangkan ikatan yang kokoh.
4. Buaya Ngangsar: Bentuknya digulung dengan sisa kain menyerupai ekor buaya.
5. Parekos Nangka: Ujung kain dibiarkan menggantung ke depan dahi.
6. Peci/Totopong Instan: Jenis modern yang praktis, tinggal pakai, berbentuk seperti blangkon
Cara Pemakaian Iket Sunda
Baca juga: Mengenal Batik Garutan, Warisan Budaya Jawa Barat dengan Motif dan Warna Khas
Secara tradisional, selembar kain batik berbentuk persegi dilipat menjadi segitiga, lalu dililitkan ke kepala dengan teknik tertentu (misal: Teknik simpul hidup di belakang atau samping) hingga menutup bagian atas kepala. Saat ini, banyak tersedia iket praktis (instan) yang dilapisi busa dan karet untuk kenyamanan.
Iket Sunda ini biasanya melambangkan kehormatan dan kemuliaan pemakainya.Menggambarkan empat unsur diri (api, air, angin, tanah) yang harus dikendalikan, serta satu pusat jati diri, mengingatkan pada kewajiban hablum minallah. Model tertentu mencerminkan ketegasan dan kebijaksanaan.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.