Data Kependudukan Indonesia Tembus 289,7 Juta Jiwa per Mei 2026
Data kependudukan Indonesia per Mei 2026 mencapai 289,7 juta jiwa dengan pengguna IKD, rekam biometrik, dan layanan Dukcapil yang terus meningkat.
Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri merilis data terbaru penduduk Indonesia berdasarkan Data Kependudukan Bersih (DKB) dinamis per 18 Mei 2026.
Dalam laporan tersebut, jumlah penduduk Indonesia tercatat mencapai 289.716.110 jiwa dengan berbagai capaian layanan administrasi kependudukan yang terus berkembang.
Baca juga: Jumlah Manusia Terlalu Banyak? Studi Sebut Bumi Mulai Kewalahan
Jumlah Penduduk Terbaru
Melansir dari unggahan Instagram resmi Ditjen Dukcapil Kemendagri, jumlah penduduk Indonesia per Mei 2026 terdiri dari 146.200.613 laki-laki dan 143.515.497 perempuan. Angka tersebut mengalami peningkatan dibanding DKB Semester II tahun 2025 yang berada di angka 288.315.089 jiwa.
Selain itu, jumlah wajib rekam KTP elektronik tercatat mencapai 211.486.808 jiwa. Sementara capaian rekam biometrik mencapai 206.986.799 jiwa atau sekitar 97,87 persen dari total wajib rekam KTP elektronik di Indonesia.
Ditjen Dukcapil juga mencatat jumlah pengguna Identitas Kependudukan Digital (IKD) telah menembus 19.342.526 pengguna. Jumlah Kartu Keluarga (KK) di Indonesia pun mencapai 95.846.450 dengan layanan administrasi kependudukan yang terus mengalami peningkatan.
Layanan dan Data Dukcapil
Berdasarkan infografis Dukcapil Kemendagri, komposisi penduduk Indonesia juga didominasi sejumlah kelompok generasi dengan jumlah yang berbeda-beda. Berikut data generasi penduduk Indonesia terbaru per Mei 2026.
-
Old Generation (> 98 tahun: sebelum tahun 1928) = 34.134 jiwa.
-
Silent Generation (81-98 tahun: 1928-1945) = 3.148.856 jiwa.
-
Baby Boomers (62-80 tahun: 1946-1964) = 26.484.763 jiwa.
-
Generasi X (46-61 tahun: 1965-1880) = 55.259.175 jiwa.
-
Generasi milenial atau Gen Y (30-45 tahun = 1981-1996) : 68.453.627 jiwa.
-
Generasi Z (14-29 tahun: 1997-2012) = 75.250.862 jiwa.
-
Generasi Alpha (2-13 tahun: 2013-2024) = 55.579.572 jiwa.
-
Generasi Beta (0-1 tahun: sesudah tahun 2024) = 5.505121 jiwa
Selain data generasi penduduk, Ditjen Dukcapil Kemendagri juga mencatat total akses face recognition (FR) mencapai 638.423.914 akses hingga Mei 2026. Jumlah Perjanjian Kerja Sama (PKS) pemanfaatan data juga tercatat mencapai 7.611 kerja sama untuk mendukung transformasi digital dan pelayanan publik.
Layanan pencatatan sipil seperti akta kelahiran dan akta kematian elektronik juga terus mengalami peningkatan. Dukcapil menyebut data kependudukan yang akurat dan terintegrasi menjadi fondasi penting dalam menghadirkan layanan yang mudah, cepat, aman, dan membahagiakan masyarakat.
Jadi Warginet, pembaruan data kependudukan Indonesia ini memperlihatkan perkembangan layanan administrasi kependudukan yang semakin terintegrasi di era digital. Kehadiran IKD, rekam biometrik, hingga layanan face recognition (FR) juga diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan publik secara praktis.
Penulis: Muhamad Renaldi S
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.