Beranda Sejarah Hari Buruh, Dari Aksi Chicago hingga Diperingati 1 Mei
ADVERTISEMENT

Sejarah Hari Buruh, Dari Aksi Chicago hingga Diperingati 1 Mei

3 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Sejarah Hari Buruh, Dari Aksi Chicago hingga Diperingati 1 Mei, Source: Istimewa

Hari Buruh Nasional diperingati setiap 1 Mei untuk mengenang perjuangan pekerja, bermula dari aksi buruh di Amerika Serikat hingga menjadi gerakan internasional.

Hari Buruh Nasional diperingati setiap 1 Mei sebagai momen untuk mengenang perjuangan para pekerja dalam memperoleh hak-hak mereka. Peringatan ini berawal dari sejarah panjang gerakan buruh yang terjadi di berbagai negara.

Baca juga: Prabowo Subianto Kaji Opsi Potong Gaji Menteri dan DPR, Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah

Sejarah Awal Hari Buruh di Dunia

Hari Buruh atau May Day bermula dari perjuangan para pekerja di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 yang menuntut perbaikan kondisi kerja. Mereka memperjuangkan jam kerja yang lebih singkat, upah yang layak, serta lingkungan kerja yang lebih aman.

Pada 1 Mei 1886, ribuan pekerja di Chicago melakukan aksi unjuk rasa yang berujung kericuhan hingga menimbulkan korban jiwa. Empat aktivis buruh kemudian dipenjara dan dihukum mati, yang memicu solidaritas gerakan buruh internasional hingga akhirnya pada 1889 ditetapkan sebagai Hari Buruh Internasional.

Perkembangan Hari Buruh di Indonesia

Peringatan Hari Buruh turut dirasakan di berbagai negara termasuk Indonesia sebagai bagian dari solidaritas pekerja dunia. Namun setelah peristiwa G30S/PKI tahun 1965, pemerintah Orde Baru membatasi kegiatan buruh yang dianggap mengganggu stabilitas nasional.

Seiring berjalannya waktu, peringatan ini kembali diakui dan diperingati setiap 1 Mei sebagai Hari Buruh Nasional di Indonesia. Momen ini dimanfaatkan para pekerja untuk menyuarakan aspirasi sekaligus mengingat perjuangan panjang dalam mendapatkan hak yang lebih baik.

Baca juga: Awas! Perusahaan yang Bayar Gaji di Bawah UMP 2026 Bisa Dipidana, Ini Ancaman Hukumnya

Nah Warginet, Hari Buruh Nasional tidak hanya menjadi peringatan tahunan, tetapi juga pengingat pentingnya menghargai peran pekerja dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Dengan memahami sejarahnya, kesadaran terhadap hak dan kesejahteraan pekerja diharapkan terus meningkat.

 

Sumber: Perpustakaan Universitas Brawijaya

ADVERTISEMENT

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.