Prabowo Subianto Kaji Opsi Potong Gaji Menteri dan DPR, Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah
Pemerintah Indonesia tengah mempertimbangkan berbagai langkah penghematan anggaran di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik di kawasan Timur Tengah. Salah satu opsi yang dikaji adalah pemotongan gaji pejabat negara, termasuk menteri dan anggota DPR.
Wacana tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Dalam kesempatan itu, Prabowo menilai pemerintah perlu bersikap proaktif dalam menghadapi potensi dampak ekonomi global dari eskalasi konflik di kawasan tersebut.
Baca Juga: Program Gentengisasi Dimulai, Pemerintah Borong Genteng Rp3 Miliar
Menurut Prabowo, sejumlah negara sudah mulai menerapkan kebijakan penghematan sebagai langkah antisipasi. Ia mencontohkan Pakistan yang mengambil berbagai langkah drastis, mulai dari pembatasan penggunaan bahan bakar, pengurangan hari kerja, hingga pemotongan gaji pejabat tinggi negara.
Di negara tersebut, gaji anggota kabinet dan parlemen dipotong dan dana hasil penghematan digunakan untuk membantu masyarakat yang paling rentan. Selain itu, pemerintah Pakistan juga mengurangi penggunaan bahan bakar untuk kendaraan dinas serta menunda sejumlah belanja pemerintah seperti pembelian kendaraan dan peralatan kantor.
Prabowo menegaskan bahwa contoh tersebut belum tentu langsung diterapkan di Indonesia. Namun, ia meminta jajaran kabinet untuk mengkaji berbagai opsi penghematan agar pemerintah tetap siap menghadapi kemungkinan krisis global.
Baca Juga: Diam-diam Mendominasi, Bahasa Jawa dan Sunda Jadi Bahasa Daerah Terbesar di ASEAN
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan anggaran negara secara hati-hati. Dengan langkah efisiensi yang tepat, pemerintah diharapkan mampu menjaga stabilitas fiskal serta menekan potensi peningkatan defisit anggaran di tengah situasi global yang tidak menentu.
Meski demikian, Prabowo optimistis kondisi ekonomi Indonesia akan tetap kuat dalam beberapa tahun ke depan. Namun, ia mengingatkan bahwa upaya penghematan tetap perlu dilakukan sejak dini sebagai langkah antisipasi menghadapi dinamika global.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.